Sulsel mubazir listrik 200MW, PLN: smelter di Bantaeng belum beroperasi

Kepala Divisi Operasi PT PLN Wilayah Sulawesi, Yohanes Sukrislismono

Terkini.id, Makassar – Sulawesi Selatan saat ini kelebihan listrik atau surplus hingga 200 megawatt, atau sekitar 20 persen. Dengan kapasitas pembangkit listrik bisa menyuplai hingga 1.200 megawatt (MW), beban puncak 1.000 MW.

Artinya, pamakaian tertinggi listrik Sulsel hingga 1.000. Sehingga, saat siang, ketika pemakaian listrik berkurang, surplus listrik bisa lebih besar lagi.

Di sisi lain, ada satu pembangkit listrik yang akan beroperasi pada tahun 2018 ini, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau PLTB Sidrap. Kapasitasnya sekitar 75 MW.

Kepala Divisi Operasi PT PLN Wilayah Sulawesi, Yohanes Sukrislismono, menyebutkan, meskipun kelebihan listrik, pihaknya yakin akan ada yang menggunakannya.

“Kalau lebih, kita sampaikan para investor tidak perlu khawatir lagi berinvestasi di Sulawesi Selatan karena kita kelebihan listrik,” jelas Yohanes di Kantor PLN di sela-sela kunjungan Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta, Joseph R Donovan Jr, ke Kantor PT PLN (Persero) Sulselrabar, Kamis 8 Maret 2018.

Lebih rinci, Yohanes yang didampingi Kepala Kanwil PLN Sulselrabar, Bambang Yusuf, menyebutkan, sebenarnya pihaknya berharap proyek pembangunan pengolahan mineral atau smelter di Bantaeng bisa beroperasi sesuai target.

“Tetapi sampai saat ini belum beroperasi,” jelas dia. Untuk diketahui, PLN sebelumnya siap memasok sekitar 134 MW listrik ke smelter yang akan beroperasi di Bantaeng.

Meski Smelter Bantaeng belum beroperasi, pihaknya tetap yakin, akan ada banyak industri lain di Sulawesi yang memanfaatkan.

Karena, menurut dia, transmisi jaringan listrik se-Sulawesi sudah terbangun. “Sehingga, jika kita kelebihan listrik, kelebihan itu bisa dialirkan ke Sulawesi Tenggara yang sedang ramai pembangunan smelter,” katanya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini