Survei Sebut Jokowi Menang Jika UAS Netral, Bagaimana Sekarang?

Pertemuan Ustaz Abdul Somad dengan Prabowo.(screenshot TVone)
Pertemuan Ustaz Abdul Somad dengan Prabowo.(screenshot TVone)

Terkini.id, Jakarta – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA sebelumnya merilis hasil survei tentang besarnya kekuatan sejumlah tokoh agama dalam Pilpres.

Kedua pasangan capres-cawapres diketahui butuh bantuan figur lain untuk menaikkan elektabilitasnya.

Nah, dari hasil riset, tokoh agama yang juga cukup populer di media sosial dinilai bisa membantu secara signifikan mendongkrak suara.

Ada beberapa ustaz yang populer yang punya pengaruh besar, menurut LSI, salah satunya Ustaz Abdul Somad.

Sebelumnya, Abdul Somad menyampaikan tetap netral. Sementara, sebanyak 65,7 persen pemilih muslim mengkhendaki Abdul Somad tetap netral.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, apabila sejumlah tokoh agama tersebut seperit UAS berada di tengah dan tidak menunjukkan dukungan politiknya, itu akan menguntungkan pasangan nomor 01, Jokowi-Ma’ruf.

“Netral saja atau berada di tengah-tengah, itu sudah cukup untuk kemenangan (Jokowi-Ma’ruf) karena di pemilih muslim sendiri (Jokowi-Ma’ruf) sudah unggul sebenarnya,” kata Ardian, di kantor LSI Denny JA, berapa waktu lalu.

Selama ini, tokoh agama tersebut yang sebelumnya punya gestur politik dukung Prabowo-Sandi lalu kemudian memilih berada di tengah, menjadi sebuah kerugian untuk Prabowo-Sandi.

“Keadaan ini juga akan merugikan Prabowo Sandi. Memang di awal-awal dia lebih identik dengan ustaz yang ada ini, kemudian ustaz ini berada di tengah, ya sedikit banyak akan pengaruhi dukungan yang diperoleh Prabowo-Sandi,” ujarnya.

Setelah Video UAS Bertemu Prabowo

Sebelumnya, pertemuan antara UAS dengan Prabowo yang ditayangkan salah satu televisi swasta membuat kepastian dukungan UAS untuk Prabowo.

UAS mengungkapkan sejumla alasannya kenapa harus bertemu Prabowo. Dia mengaku ada signal dari Allah untuk mendukung Capres 02 tersebut.

Sebelumnya, survei LSI Denny JA menyebutkan mayoritas pemilih muslim menyukai Ustad Abdul Somad. Sebanyak 65,7 persen mengkhendaki agar penceramah kondang itu netral dalam pilpres 2019.

“Kekuatan Ustad Abdul Somad justru karena publik merasa kepeduliannya pada agama bukan pada capres,” terang Denny JA saat ditanya seberapa mungkin Ustad Somad akhirnya mendeklarasikan dukungan kepada salah satu capres.

Menurutnya, jika pada akhirnya Ustad Abdul Somad mendeklarasi dukungan pada salah satu capres, maka tentu hal itu cuma akan menuai dua kerugian.

Pertama, kata Denny, sangat mungkin Ustad Abdul Somad akan ditinggal oleh simpatisannya.

Dilansir dari jawapos, Denny meyakini tak banyak lagi gerbong baru yang bisa ditarik oleh sang Ustad. Pasalnya, pemilih Muslim yang anti Jokowi umumnya sudah berada di kubu Prabowo.

Karena, dari survei terakhir setelah debat capres kedua, Jokowi 58,7 persen versus Prabowo 30,9 persen. Selisih 28 persen. Selisih ini terlalu jauh untuk dikejar.

“Perubahan dukungan yang mampu dibawa Ustad Somad paling hanya di bawah 1 persen. Bukan karena tak memiliki pengaruh, tapi segmen yang bisa ia pengaruhi sudah berada di kubu Prabowo,” paparnya.

Kedua, jika Ustad Somad memihak, pesona Ustad Somad selaku Kiai yang hanya peduli agama bisa terganggu karena dianggap lebih peduli capres.

“Pendengar Somad yang ada di kubu Jokowi, atau yang netral justru akan pergi meninggalkan Ustad Somad. Ia dianggap tak lagi menjadi Ulama pengayom umat, tapi pengayom capres,” paparnya.

Denny juga menuturkan, pandanga ini menurutnya harus diketahui publik sekaligus untuk mengklarifikasi isu yang menyatakan survei LSI menyatakan dukungan Abdul Somad kepada Prabowo akan mengubah kemenangan.

“Kami tegaskan itu tak benar,” pungkasnya.

Berita Terkait
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
[tdcn-comments title="Komentar" post_id="148239" get="20" border="true" auto_load="true" order="ASC"]
Terkini
Pilpres

Tugas TKD Jokowi-Ma’ruf Sulsel Resmi Berakhir

Terkini.id -- Tugas Tim Koalisi Daerah (TKD) Jokowi-Ma'Provinsi Sulawesi Selatan resmi berakhir, sejak, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) ditetapkan sebagai pasangan presiden dan wakil presiden