Syndrome Akut Mental Inlander

SAYA itu heran pada kalian semua ada seorang Pria Muntilan menikahi bule inggris yang cantik jelita lalu membuat komparasi seakan-akan bumi dan langit, sang bule malang dan sang pria beruntung.

Hello sob, situ kayaknya ga pernah bisa move on sebagai kaum terjajah. Kapan kamu bisa menempatkan dirimu, diri kita jati diri bangsa ini sebagai orang hebat jika selalu menganggap orang luar sana lebih sempurna dari kita.

Tahu ga namanya ‘mental inlander’? Itu semacam Penyakit mental kronis yang paling berbahaya yang diwariskan semasa zaman Penjajahan (1600-1945).

Karena terjajah maka watak inlander terpatri di mana warga pribumi selalu dijadikan kelas paling bawah di antara golongan masyarakat Eropa, Arab dan Cina.

Dan hebatnya, ‘Mentalitas Inlander’ itu terbawa sampai sekarang pdhal kita sudah melewati fase krusial tahun millenium.

Syndrome mental inlander ini bukan hanya terlihat dari gosip pernikahan pria muntilan yang mereka anggap seperti kisah Putri Ratu yang dinikahi oleh pemuda desa tapi juga terlihat dalam sendi-sendi kehidupan lainnya.

Coba lihat di medsos atau disekeliling kita bagaimana orang-orang yang pesimistis terhadap laju pembangunan negeri padahal kita-kita ini sangat menginginkan kemajuan bangsa bisa setara dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju.

Berhentilah bermental inlander, kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang optimis akan bisa sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya.

Hilangkan sikap pesimistis. Karena kamu adalah ‘Harapan Bangsa’.

‘Betewe’, selamat buat Polly Alexandria Robinson yang bisa membuat Nur Khamid jatuh cinta kepadamu.

Makassar, 21 Desember 2018

Iwankoi
PENJUAL IKAN

Berita Terkait