Tak Ada Jembatan, Anak-anak Ini Dibungkus Plastik Seberangi Sungai Demi Sekolah

worldofbuzz.com

Terkini.id, Jakarta – Anak-anak harus bersekolah. Banyak orang tua yang menempuh berbagai cara yang penting halal, demi anaknya mengenyam pendidikan.

Di sejumlah daerah, masih banyak anak-anak yang kesulitan bersekolah lantaran belum memadainya infrastruktur.

Tidak di antara mereka yang harus berjuang keras untuk bisa sampai ke sekolah.

Di beberapa daerah sejumlah anak masih harus menyeberangi sungai yang dalam. Ada yang membuka bajunya, dibungkus di plastik agar pakaian tetap kering dipakai saat di kelas.

Nah, dilansir dari World of Buzz, baru-baru ini aksi seorang pria di Vietnam yang membantu anak-anak ke sekolah menyeberang sungai viral di media sosial.

worldofbuzz.com

Pria ini menggunakan cara yang tidak biasa.

Aksi seorang pria yang tak diketahui namanya ini membuat banyak netizen terkejut.

Pria tersebut rela membantu sekelompok murid sekolah dasar dengan menempatkan mereka satu per satu secara bergantian di dalam sebuah kantong plastik agar dapat menyeberangi sungai sehingga pakaian anak-anak itu tidak basah.

Tidak cuma rela menyeberang, pria ini menggunakan plastik nilon besar untuk membungkus mereka agar tetap bersih dan tidak terkena air sungai yang kotor setiap hari.

Aksi pria itu pun menjadi viral setelah beberapa fotonya disebar di media.

Pria tersebut rela berenang di sungai yang kotor dan penuh lumpur serta arus yang deras sepanjang 20 meter dengan membungkus para murid agar tetap kering setiap harinya.

Para orang tua pun disebutkan tidak punya pilihan untuk mempekerjakan seorang pria itu untuk mengantar anaknya selamat hingga ke tempat seberang.

Disebutkan, pemerintah akan membangun jembatan di daerah tersebut pada musim panas mendatang.

Namun, hujan deras masih mengguyur wilayah tersebut. Warga desa Huoi Ha harus menyeberangi sungai tersebut.

Arus yang deras dengan volume yang terus naik membuat beberapa warga enggan untuk menyeberang. Namun kondisi tersebut tak menghalangi anak- anak desa Huoi Ha untuk tidak berangkat sekolah.

Perjuangan tidak hanya dirasakan oleh pria itu saja. Ternyata anak-anak yang hendak bersekolah ini juga harus menempuh perjalanan sekitar 15 kilometer lagi setelah menyeberang sungai.

Rasa khawatir para orangtua pun tak hanya terhenti setelah menyeberangi sungai dengan arus deras saat musim hujan.

Musim hujan di Vietnam turun antara bulan Juni hingga Oktober setiap tahunnya.

Setiap kali musim hujan datang, anak-anak yang bersekolah harus melewati rintangan yang cukup berat untuk bisa sampai di sekolah mereka.

Komentar
Terkini
Politik

Hasil Konferda, KSB PDIP Sulsel Dipertahankan

Terkini.id -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi Selatan baru saja menyelesaikan Konferensi Daerah (Konferda) di Hotel Claro Makassar,