Tak ingin dideportasi, ayah Alum coba bunuh diri

Jorge dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar/ Herman Kambuna

Terkini.id, Makassar – Ayah bocah cantik asal Argentina, Jorge Langone (42) mengiris pergelangan tangannya menggunakan pecahan botol.

Ia pun terpaksa dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo oleh petugas Kantor Imigrasi Klas 1 Makassar untuk mendapat pertolongan.

Diduga warga negara asing (WNA) Argentina itu nekat melakukan aksi percobaan bunuh diri karena tak ingin dipulangkan ke negara asalnya.

“Iya benar, Jorge iris tangannya pakai pecahan botol sekitar pukul 5.30 Wita, saat berada di ruang detensi imigrasi. Karena dia tidak mau dipulangkan ke kampung halamannya,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Klas 1 Makassar, Andi Pallawarukka saat dihubungi.

Pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar bersama kepolisian Polda Sulsel berencana membawa Jorge ke Kedubes Argentina di Jakarta dalam waktu 1 atau 2 hari kedepan untuk dideportasi.

“Kita tunggu dulu apakah dirawat atau dilakukan opname sampai besok. Keduanya kita akan segera dideportasi ke negaranya dalam waktu dekat ini,” ujar Andi Pallawarukka.

Dikatakan Ukka -sapaan Palawarukka, hingga sore tadi Jorge masih menjalani perawatan di ruang IGD RS Wahiddin Sudirohusodo, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar.

Baca :Ke Indonesia secara ilegal, begini kronologi penculikan bocah Argentina

“Jorge dirawat dari pagi sekitar pukul 08.00 Wita, sampai sore ini,” kata Andi Palawarukka.

Sebelumnya, Jorge dan teman wanitanya Candela Gutierrez, ditahan di Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, atas pelanggaran undang-undang nomor 6 tahu 2011 tentang Keimigrasian.

Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, Noer Putra Bahagia mengatakan, keduanya ditahan setelah diserahkan langsung NCB Interpol Indonesia.

“Proses hukum terhadap keduanya tentu saja berjalan sesuai dengan aturan,” kata Putra Sabtu 10 Februari 2018.

Dikatakan Putra, kedua warga negara asing (WNA) itu ditahan selama 30 hari kedepan sembari menunggu proses hukum lanjutan dari kepolisian Argentina sembari berkoordinasi dengan NCB Interpol Indonesia.

“Keduanya menjalani masa penahanan terhitung sejak diserahkan oleh polisi. Kami juga berkoodrinasi dengan NCB Interpol Indonesia dan pihak kepolisian Argentina untuk prose hukum lanjutan,” ungkap Putra.

Kantor Imigrasi kata Putra terus mekakukan komunikasi dengan NCB Interpol dan pihak kepolisian Argentina untuk mendeportasi keduanya.

“Mengingat konteks pelanggaran hukum pidananya berada di wilayah hukum Argentina,” kata Putra.

Baca :Akhirnya, bocah cantik Argentina bertemu ibu kandung di Makassar

Selama penahanan, lanjut Putra kondisi Jorge mulai menurun pasca penahanan dan saat dimintai ketrangannya di kantor Imigrasi.