Terkini.id , Jakarta – India dan Rusia menandatangani 28 perjanjian kerjasama di berbagai sektor termasuk pakta kerjasama pertahanan selama 10 tahun.
Perjanjian tersebut ditandatangani pada Senin 6 Desember 2021 saat kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di New Delhi. Dalam rangka pertemuan tahunan India – Rusia yang ke-21. .
“Keragaman perjanjian dan [memorandum of understanding] yang ditandatangani hari ini menunjukkan sifat multi-segi dari kemitraan bilateral kami,” kata Menteri Luar Negeri India Harsh Vardhan Shringla pada saat konferensi pers hari Senin.
Dilansir dari cnbc.com hari Selasa 7 Desember 2021 kesepakatan yang dimaksud termasuk perdagangan, energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan serta kekayaan intelektual.
Kunjungan Presiden Putin ke India ini terjadi disaat hubungan Rusia dan AS sedang tegang. Disisi lain Perdana Menteri Modi sempat bertemu Presiden AS Joe Biden pada bulan September lalu. AS menganggap India sebagai sekutu utamanya di Asia-Pasifik dalam melawan tumbuhnya pengaruh China di kawasan tersebut.
- Jokowi Tak Ingin Kasus Gautam Adani Terjadi di Indonesia
- Hati-hati! WhatsApp Asal India Ini Bisa Mata-matai Obrolan
- Afghanistan Diguncang Gempa Berskala 6,1 Magnitudo, Korban Tewas Terus Bertambah
- Wahdah Islamiyah Kecam Penghinaan Politisi India Terhadap Nabi Muhammad
- India Siaga Satu, Al-Qaeda Siapkan Gelombang Serangan Sebab Nabi SAW Dihina
Adanya pertemuan-pertemuan tersebut menunjukkan bahwa India masih tetap membuka beberapa opsi, menurut Richard Rossow, ketua Wadhani dalam studi kebijakan AS-India di Pusat Studi Strategis dan Internasional.
India nampaknya prihatin dengan keandalan AS sebagai mitranya. Bukan hanya pada bidang pertahanan tetapi pada kepentingan India lainnya juga. Pada bidang pertahanan India masih membutuhkan teknologi strategis sehingga masih membuka opsi kerjasama lainnya.
“Jadi, saya pikir keduanya memiliki kepentingan strategis utama, terlepas dari hubungan dengan Amerika Serikat dan lainnya,” tambah Rossow.
Rusia saat ini masih menjadi pemasok senjata terbesar bagi India. Namun ini berpotensi mengarah pada sanksi AS yang mencegah sekutunya membeli senjata Rusia. Tahun lalu sanksi pernah diberikan kepada Turki karena membeli rudal dari Rusia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
