Tak sabar, keluarga jamaah haji terobos pintu Masjid Agung Bulukumba tanpa lepas alas kaki

Terkini.id, BULUKUMBA – Sekitar pukul 20.00 WITA rombongan jamaah haji Bulukumba tiba di Masjid Agung Bulukumba.

Sekitar 401 jamaah haji yang tergabung dalam kloter 7 diterima di Masjid Agung, Bulukumba oleh Kemenag Bulukumba. Sebelumnya prosesi penerimaan jamaah haji ini telah dilakukan pemerintah daerah oleh Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria dan juga Kepala Kemenag Bulukumba. Muh Rasbi di asrama Sudiang Makassar pada siang harinya saat jamah haji baru saja tiba di tanah air.

Antusiasme para keluarga jamaah haji yang datang untuk menjemput keluarga mereka begitu terasa sejak sore hingga malam saat rombongan tiba di Masjid Agung.

Ribuan penjemput bahkan memenuhi jalan yang berada di depan Masjid Agung dan terpaksa polisi lalu lintas harus menutup jalur tersebut.

Kericuhan bahkan terjadi saat keluarga para jamaah haji ini menerobos pintu masuk masjid yang dijaga ketat aparat keamanan dari TNI/POLRI dan juga Satpol PP.

Warga yang menerobos masuk ini seakan tak sabar lagi untuk bertemu keluarga mereka, sandal dan sepatu yang mereka gunakan bahkan tidak dilepas lagi saat berada di dalam masjid. Mereka berlarian ke kiri dan ke kanan mencari kerabat mereka yang baru pulang berhaji.

Baca :Banjir susulan kembali Rendam Bulukumba

Ratusan personil Aparat keamanan yang berjaga pun tak mampu menghalau desakan dari ribuan warga yang masuk ke dalam masjid.

Suasana riuh dan haru memenuhi ruangan Masjid Agung. Para jamaah haji tang bertemu keluarga mereka setelah 40 hari lamanya tak henti hentinya menangis dan saling berpelukan.

Salah seorang Jamaah haji bahkan pingsan karena kelelahan dan sesak nafas. Banyaknya warga yang berkerumun memang membuat kondisi masjid menjadi pengap.

Beruntung beberapa petugas medis sigap dan segera memberi pertolongan kepada jamaah tersebut.

Jamaah haji Bulukumba berjumlah 413 orang, 401 tergabung dalam kloter 7 sedangkan 12 orang lainnya trrgabung dalam kloter 9 dan 34 hal ini dikarenakan ke 12 jamaah haji tersebut sebelumnya terkendala administrasi saat akan diberangkatkan sehingga mereka harus bergabung dengan kloter Makassar, Sinjai dan Maluku.