Terkini.id, Jakarta – Pengamat Politik, Muhammad Qodari tak setuju jika mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.
Pasalnya, Qodari menilai Ahok memiliki kelemahan mendasar dalam hal komunikasi yang berpotensi menimbulkan masalah.
“Saya kurang sependapat kalau Pak Ahok ya. Karena kalau Pak Ahok ini kan punya kelemahan mendasar soal komunikasi,” katanya pada Minggu, 30 Januari 2022, dilansir dari RMOL.
Qodari menilai bahwa seorang pejabat publik tidak hanya harus bisa bekerja dengan baik, namun juga harus mampu berkomunikasi dengan baik.
“Pak Ahok bisa kerja baik, tapi komunikasinya buruk,” katanya.
- Pengamat Sebut Golkar-PAN-PPP Koalisi Sempurna: Ada Partai Nasionalis, Islam Tradisional dan Modernis
- Tukang Cendol Aja Dibayar Rp 200.000 Buat Kampanye Jokowi Tiga Periode, Netizen: Bayangkan Berapa Bayaran Qodari?
- Tak Setuju Ahok Jadi Kepala Otorita IKN, Qodari Jagokan Ridwan Kamil
- Singgung Khilafah, Chico Hakim Tegas Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
- Qodari Usulkan Jokowi-Prabowo 2024 agar Jin-Jin Politik Identitas Dapat Dimasukkan Kembali ke Dalam Botol
Kalau pejabat publik memiliki kemampuan berkomunikasi yang buruk, kata Qodari, maka kerja baiknya bisa tenggelam.
“Bahkan bisa menimbulkan masalah yang tidak perlu seperti yang terjadi di Jakarta,” katanya.
Qodari menilai bahwa Ahok lebih cocok bekerja di sektor swasta yang tidak bersentuhan dengan proyek strategis publik.
Jika Komisaris Utama Pertamina itu ditempatkan menjadi Kepala Otorita, Qodari khawatir akan timbul konfrontasi yang bahkan bisa berpengaruh terhadap pembagunan IKN.
“Jadi, saya khawatir akan menimbulkan konfrotasi yang membuat pembangunan IKN ini akan terkendala,” kata Qodari,
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
