Tak Tahan Dengar Desahan Pasutri, Pelaku Nekat Dobrak Rumah dan Gagahi Seorang Istri di Depan Suami

Terkini.id, Jakarta – Kejadian nahas menimpa sepasang suami istri di Dusun 1, Desa Babat Ramba Jaya, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. 

Sepasang suami istri itu diketahui bercinta di rumah mereka yang terletak di tengah kebun karet ketika seorang pria tiba-tiba datang dan mendobrak pintu.

Pelaku bernama Ardi itu tidak hanya menggasak harta benda korbannya, tetapi juga berbuat bejat sampai nekat mencabuli korban perempuan di hadapan sang suami.

Suaminya tersebut tidak bisa berbuat apa-apa karena diikat, padahal mereka baru menikah sekitar tiga bulan. 

Peristiwa menyedihkan itu terjadi pada malam sehari menjelang lebaran dan saat itu pelaku mendatangi rumah korban sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. 

Diduga pelaku tak tahan mendengar desahan pasangan suami istri yang sedang berhubungan intim di dalam rumah.

Oleh karenanya, pelaku pun nekat mendobrak pintu dan masuk ke dalam untuk melancarkan niat bejatnya.

“Pelaku mengancam korban dengan sebilah pisau dan mengikat suami korban dengan seutas tali,” ungkap Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Erlin Tangjaya, sebagaimana dikutip terkini.id dari Musi Banyuasin pada Senin, 17 Mei 2021.

“Setelah itu, pelaku menjalankan aksi bejatnya mencabuli korban yang baru menikah tiga bulan,” sambungnya. 

Setelah peristiwa itu, korban melaporkan kejadian memilukan itu ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan korbannya, jajaran Sat Reskrim Polres Muba yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP Ali Rojikin dan Kanit Pidum, Ipda Nasirin melakukan olah TKP dan melacak ponsel yang dicuri pelaku.

Dengan usaha keras pihak kepolisian, akhirnya pelaku yang belum terlalu jauh melarikan diri dapat ditangkap. 

Pelaku berhasil diringkus Tim Srigala Polres Musi Banyuasin bekerjasama Mapolsek Babat Supat.

“Tersangka mengakui perbuatannya dengan niat ingin mencabuli korban dan mengambil hp korban yang tergeletak di rumah korban.”

Di hadapan polisi, pelaku Ardi bin Amir Hamsah (41) mengakui perbuatan kriminalnya, tetapi ia hanya mengakui pengambilan ponsel. 

“Hanya ambil hp,” tuturnya di hadapan polisi.

Polisi diketahui mengamankan barang bukti dan tersangka kini dijerat dengan pasal berlapis, yaitu tindak kriminal pencabulan dan curas dengan ancaman minimal sembilan tahun penjara.

Bagikan