Taliban Penggal Kepala Atlet Perempuan, Guntur Romli Sindir JK: Apa masih Keukeuh Bilang Taliban sudah Berubah?

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan kader Nahdatul Ulama (NU), Mohamad Guntur Romli menanggapi berita soal atlet voli perempuan Afghanistan yang dipenggal oleh Taliban.

Guntur Romli menyentil mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla (JK) yang pernah mengatakan bahwa Taliban sudah berubah.

“Buat Pak JK ada komen? Apa masih keukeuh bilang Taliban sudah berubah?” katanya melalui akun Twitter @GunRomli pada Sabtu, 23 Oktober 2021.

Baca Juga: Taliban: Ashraf Ghani Dilarang Berpolitik Oleh UEA dari Pengasingan

Dilansir dari Detik News, Taliban memenggal salah satu atlet voli wanita Afghanistan bulan lalu dan memamerkan fotonya di media sosial belum lama ini.

Dikutip dari Daily Mail, atlet voli bernama Mahjabin Hakimi awalnya menghilang secara misterius, kemudian jasadnya ditemukan pada bulan lalu.

Baca Juga: Guntur Romli: Daripada Reuni 212 Bikin Masalah Buat Semua Warga...

Pelatihnya mengatakan bahwa Mahjabin telah dibunuh oleh Taliban, meski tak sedikit yang menduga ia bunuh diri.

Tak lama setelah itu, sebuah foto beredar di medsos yang konon mayat Mahjabin.

Mayat tersebut menunjukkan cedera di lehernya, tetapi belum bisa dipastikan apakah luka itu disebabkan oleh sayatan pisau atau penjerat.

Baca Juga: Guntur Romli: Daripada Reuni 212 Bikin Masalah Buat Semua Warga...

Pusat Jurnalisme Investigasi Payk di Afghanistan pun mengkonfirmasi bahwa Mahjabin dipenggal oleh Taliban di Kabul.

Kematian Mahjabin baru dilaporkan setelah pelatihnya mengatakan Taliban mengancam keluarga korban agar tak membocorkan peristiwa ini.

“Semua pemain tim bola voli dan atlet wanita lainnya berada dalam situasi yang buruk dan putus asa dan ketakutan. Semua orang terpaksa melarikan diri dan tinggal di tempat yang tidak diketahui,” ujarnya.

Pelatih tersebut juga mengungkapkan bahwa hanya dua anggota tim yang berhasil melarikan diri dari negara itu sebelum jatuh ke tangan kelompok Islamis.

Adapun sisanya sekarang bersembunyi dan ketakutan selama hidup mereka.

Sebagai catatan, tim bola voli nasional perempuan Afghanistan telah mengajukan petisi kepada organisasi asing untuk membantu mengeluarkan mereka dari negara itu, tetapi sejauh ini tidak berhasil.

Seorang anggota tim senior yang melarikan diri ke Inggris pada bulan Agustus, Zahra Fayazi sebelumnya menjelaskan bagaimana sesama pemain telah dibunuh oleh Taliban.

“Pemain kami yang tinggal di provinsi harus pergi dan tinggal di tempat lain,” katanya kepada BBC bulan lalu.

“Mereka bahkan membakar peralatan olahraga mereka untuk menyelamatkan diri dan keluarga mereka. Mereka tidak ingin mereka menyimpan sesuatu yang berhubungan dengan olahraga. Mereka ketakutan,” tambahnya.

Bagikan