Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan, Pemprov Tambah 10 Ambulans

dr Bachtiar Baso (antaranews.com)

Terkini.id, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sedang berupaya untuk mengurangi angka kematian ibu hamil.

Sulawesi Selatan saat ini menjadi daerah dengan tingkat kematian ibu hamil yang cukup tinggi.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel mencatat, angka kematian ibu hamil saat melahirkan mencapai 115 kasus pada 2017, dan tercatat sebanyak 817 kematian neonatal (kematian bayi setelah lahir).

Hal itu terungkap dalam diskusi Forum Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir di Sulawesi Selatan, yang digelar USAID bersama Pemerintah Provinsi Sulsel di Swissbelinn Hotel Panakkukang, Selasa 9 Oktober 2018.

Dalam diskusi tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Bachtiar Baso, mengungkapkan, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah telah memerintahkan untuk pengadaan 10 ambulans darat.

“Ambulans ini berstandar internasional. DPRD sudah menyetujui anggaran APBD Perubahan untuk mengcover pengadaan ini,” ungkap Bachtiar Baso.

Jadi selain untuk menghadapi kejadian-kejadian darurat, ambulans itu juga akan bekerja untuk menangani para ibu hamil lebih cepat, sehingga risiko kematian bisa ditangani.

“Selain ambulans darat, kita juga berencana mengadakan 5 ambulans laut. Sementara baru satu yang disetujui oleh DPRD Sulsel. Rencananya akan beroperasi di Kepulauan Pangkep. Anggaran untuk satu unit ini sebesar Rp 1,8 miliar,” terang dia lagi.

Keberadaan ambulans laut yang berupa kapal itu, sangat penting mengingat Pangkep merupakan daerah kepulauan dengan 160 pulau dan lebih dari 90 Puskesmas. “Jarak perjalanan ke pulau-pulau bisa sampai 9 jam,” katanya.

Selain ambulans, Gubernur Sulsel juga memerintahkan untuk mengadakan enam rumah sakit regional di Sulsel. “Salah satunya rencana di Ujung Lamuru, Bone. Karena Ujung Lamuru ini jaraknya ke Kota Bone sampai 80-90 kilometer. Bisa dibayangkan jika ada ibu hamil di sana mengalami pendarahan lalu harus dirujuk ke RSUD,” katanya.

Pengalaman Ketua TP PKK Sulsel

Ketua TP PKK Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin yang ikut hadir menceritakan pengalamannya yang sukses menekan angka kematian ibu hamil hingga 0 kasus.

“Waktu awal-awal di Bantaeng, tahun 2008, kematian ibu hamil itu tinggi. Lalu bapak (Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng saat itu) ke Jepang untuk mengurus bantuan ambulans. Akhirnya, kita bisa menekan angka kematian itu hingga nol kasus karena ambulans,” katanya.

Kegiatan Forum Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir tersebut, ikut dihadiri oleh Director Office of Health USAID, William Slater.

Berita Terkait