Teken MoU dengan Ombudsman RI, Gubernur Sulsel Optimis Angka Kemiskinan Menurun

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah menyampaikan keyakinannya jika kegiatan MoU antara Ombudsman RI, Gubernur Sulsel beserta Bupati dan Walikota se-Sulsel akan menurunkan angka kemiskinan masyarakat di daerah masing-masing.

Terkini.id,Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah menyampaikan keyakinannya jika kegiatan MoU antara Ombudsman RI, Gubernur Sulsel beserta Bupati dan Walikota se-Sulsel akan menurunkan angka kemiskinan masyarakat di daerah masing-masing.

Apalagi menurut Nurdin Abdullah, semua kepala daerah di 24 kabupaten kota se-Sulsel, masing-masing memiliki inovasi yang sangat luar biasa.

“Dari segala kegiatan ini demi mewujudkan pelayanan yang maju, dan kita berharap kedepannya laporan yang masuk ke Ombudsman harus terus menurun. Saya kira sudah banyak inovasi bagi seluruh kepala daerah di Sulsel,” kata Nurdin Abdullah dalam sambutannya, di Hotel Novotel, Makassar, Senin 1 April 2o19.

Olehnya itu lanjut Nurdin Abdullah, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan salah satu langkah untuk menurunkan angka kemiskinan di Sulsel.

“Kegiatan ini akan menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat se-Sulsel,” lanjutnya.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini mengajak seluruh kepala daerah se-Sulsel agar mempermudah semua urusan khusus dunia usaha di daerahnya masing-masing.

“Kita juga harus memberikan kemudahan bagi dunia usaha. Jangan sampai orang merasakan sangat sulit untuk membangun usaha di daerah kita. Jangan sampai karena soal amdal jadi masalah bagi dunia usaha,” tegas Nurdin Abdullah yang disambut baik seluruh kepala daerah se-Sulsel serta Ombudsman.

Nurdin juga mengimbau agar semua pelayanan yang berkaitan dengan perizinan lebih dipermudah dan dipercepat penyelesaiannya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Sulsel

Gubernur Sebut Ada Tiga Musuh Besar Sulsel

Terkini.id -- Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah sebut ada tiga musuh besar masyarakat saat ini. Musuh tersebut yakni tingginya pengangguran, kebodohan dan kemiskinan."Musuh