Ini Teknologi Bangun Cepat Rumah Korban Gempa di Lombok

Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dikembangkan Balitbang Kementerian PUPR
Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dikembangkan Balitbang Kementerian PUPR

Terkini.id, Jakarta – Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dikembangkan Balitbang Kementerian PUPR telah banyak diaplikasikan pengembang perumahan saat rekonstruksi rumah-rumah yang hancur pasca bencana. Seperti di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Yogyakarta.

Teknologi ini menggunakan sistem modular sehingga mudah dipasang dan lebih cepat penyelesaiannya dibandingkan konstruksi rumah konvensional.

Biayanya juga terjangkau. Mudah dipindahkan karena knock down, tahan gempa, dan dapat dimodifikasi menjadi bangunan kantor, puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan lainnya.

Teknologi Risha dapat mereduksi kesalahan berulang dalam membangun rumah. Khususnya kesalahan sistem sambungan penulangan kolom, balok, sloof dan yang lainnya.

Dengan teknologi Risha, panel yang digunakan sudah terstandarisasi serta sistem sambungan yang dapat dikendalikan dan dicek pada saat pelaksanaan maupun sesudahnya.

Teknologi Risha potensial untuk digunakan dalam rekonstruksi rumah yang mengalami kerusakan di Lombok. Risha juga telah diaplikasikan Kementerian PUPR 2 unit rumah contoh yang digunakan sebagai Balai Dusun Akar-Akar Utara dan Sekolah Adat Bayan, Desa Karang Bajo di Lombok Utara yang kondisinya masih utuh meski mengalami guncangan gempa 7 Skala Richter.

Aplikasi sistem pracetak seperti Risha lainnya adalah Rumah Susun Kayangan, Lombok Timur setinggi 4 lantai yang dibangun Kementerian PUPR melalui kontraktor PT. Brantas Abipraya. Kondisinya saat ini tidak mengalami kerusakan meski jaraknya dekat dengan pusat gempa.

Hal ini menunjukan keandalan teknologi Risha sehingga diminati pelaku industri konstruksi. Kecepatan dalam tahap pemulihan dan rekonstruksi menjadi faktor yang menentukan.

Melibatkan Masyarakat

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi dan rekonstruksi rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat akan dilakukan dengan sistem swakelola dengan konstruksi tahan gempa. Rehab rekon rumah yang rusak akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai.

“Masyarakat tidak hanya menonton, namun akan dilibatkan dalam proses rekonstruksi rumahnya. Tim Kementerian PUPR akan melakukan pendampingan teknisnya,” kata Menteri PUPR usai Rapat Kabinet Terbatas mengenai Penanganan Bencana Alam NTB, di Kantor Presiden, Jumat 10 Agustus 2018.

Pelibatan masyarakat dalam rekonstruksi rumah pernah diterapkan di Aceh dan Yogyakarta. Hal ini menjadi bagian mitigasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai cara membangun rumah tahan gempa.

Komentar

Rekomendasi

Video: Begini Penampakan Paru-paru yang Digerogoti Virus Corona

Lawan Covid-19, Gerakan #KitaVSCorona Diusung di Makassar

Obati Pasien Corona, RS Pakai Darah Pasien yang Sudah Sembuh

Apple Bagikan Jutaan Masker N95 ke Tenaga Medis Corona

Kabar Gembira, Transportasi Online “inDriver” Kini Hadir di Makassar, Silahkan Dicoba

Telkomsel Beri Kuota Gratis 30 Gigabyte untuk Siswa yang Belajar Online via Ruangguru

Dilengkapi Mesin Turbo, Wuling Cortez Jadi Kendaraan Paling Nyaman dan Berkelas

Resmi Meluncur, Intip Spesifikasi Vivo V19 yang Makin Trendi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar