Ini teknologi diklaim bisa permudah akses biaya pendidikan

Benedicto Haryono, Co-founder dan CEO KoinWorks

Terkini.id,Jakarta – Pada hari ini, perusahaan teknologi pinjam-meminjam (peer to peer lending) KoinWorks mengumumkan bahwa perluasan akses pembiayaan pendidikan yang mudah dan terjangkau melalui layanan KoinPintar tahun ini menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam rangka mendukung perwujudan Indonesia Pintar.

KoinPintar, yang sudah berjalan lebih dari setahun terakhir, merupakan salah satu produk KoinWorks sebagai layanan pembiayaan khusus pendidikan untuk mendongkrak pendidikan dan keterampilan bagi setiap individu agar siap bersaing dan mendapatkan pekerjaan impian sekaligus meningkatkan taraf hidup.

Terkait pendidikan, teknologi ini sendiri berpendapat bahwa pendidikan adalah kebutuhan dasar yang harus terpenuhi dalam setiap lapisan masyarakat. Apalagi, pendidikan mampu memberikan kesempatan untuk menggali potensi diri, membuka wawasan intelektual, serta membuka peluang berkarier maupun mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.

Menurut Benedicto Haryono, Co-founder dan CEO KoinWorks, KoinPintar ini menjadi salah satu terobosan penting guna mewujudkan salah satu misi besar pemerintah, yakni Indonesia Pintar.

“Kami semua sebagai pemangku kepentingan dapat membantu masyarakat untuk memperluas kapasitas diri lewat pendidikan yang baik dan memadai. Artinya, kita semua bisa bahu-membahu mendukung pemerintah menuju Indonesia Pintar lewat KoinPintar”, ujarnya.

Dengan memperluas akses pembiayaan, ketiadaan dana untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas bukan lagi hambatan. Siapapun bisa memenuhi kebutuhan pendidikan sesuai pilihan melalui KoinPintar. Dengan pendidikan yang baik dan memadai pula, setiap orang berkesempatan untuk memperbaiki taraf hidup yang pada akhirnya bisa mendongkrak tingkat perekonomian Indonesia.

Sejak layanan ini berjalan, KoinWorks pun telah menggandeng beberapa mitra universitas, di antaranya BINUS University, Sampoerna University, Indonesia Banking School, Universitas Mercu Buana, dan Universitas Multimedia Nusantara. KoinPintar juga bermitra dengan berbagai kursus lintas industri, di antaranya Hacktiv8 untuk pengadaan kursus pengembangan web, English First untuk kursus Bahasa Inggris, International Design School (IDS) untuk kursus desain, hingga Savier Animation dan Espire School of Digital Art (ESDA) untuk kursus animasi 3D.

Masih kata Benedicto mengatakan masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan KoinPintar bisa langsung mendaftar di salah satu mitra KoinPintar atau sebuah institusi pendidikan sebelum mengajukan pembiayaan di KoinWorks. Setiap siswa memiliki metode pembayaran berupa cicilan biaya kuliah atau kursus yang jauh lebih fleksibel dan murah.

Lanjut Benedicto menjelaskan siswa jadi lebih terbantu dalam melakukan pembayaran atas program pendidikan yang hendak dijalani. Tidak hanya itu, siswa pun diperkenankan memiliki cicilan pendidikan hingga dua tahun setelah masa studinya selesai, sehingga siswa bisa melunasi cicilannya setelah mendapatkan pekerjaan dan memperoleh penghasilan.

“Bunga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, mulai 9% hingga 15% flat per tahun. Karenanya, selama masa studi, para siswa memiliki kewajiban untuk menuntaskan pendidikan hingga akhir dengan nilai yang baik, sebagai bentuk tanggung jawab pada pembiayaan pendidikan yang dilakukan oleh 45.000 pendana di KoinWorks”, paparnya.

Sebagai respons positif atas pemberitaan Presiden Joko Widodo mengenai akses pembiayaan pendidikan, hadirnya KoinPintar pun diharapkan mampu mengubah perilaku kredit masyarakat yang tadinya konsumtif, menjadi lebih bermanfaat dan produktif, khususnya di bidang pendidikan.

Sembari terus menangkap potensi dan peluang inovasi yang ada, layanan ini juga menunjukkan upaya KoinWorks dalam menyediakan kesempatan pendidikan berkualitas bagi bangsa, mengembangkan intelektualitas, serta turut membangun generasi Indonesia Pintar, sebagaimana dicanangkan oleh pemerintah.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Kampus

HMJ Matematika FMIPA UNM Gelar Workshop PKM 2019

Terkini.id,Makassar - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) helat Workshop Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM)