Masuk

Tekor Pertalite di Bawah Harga Pasar, Ahok Gelar Rapat Bersama Direksi Pertamina

Komentar

Terkini.id, Jakarta – PT Pertamina dikabarkan harus menelan kerugian akibat menjual pertalite di bawah harga pasar usai ketetapan harga dari pemerintah.

Perusahaan migas itu diperkirakan harus menanggung beban sebesar tiga ribu rupiah per liter dari penjualan bahan bakar jenis tersebut.

Pasalnya, harga jual Pertalite yang seharusnya dibandrol dengan harga Rp 11.000 per liter tetapi malah dipasarkan Rp 7.560 per liter ke masyarakat.

Baca Juga: Muslim Arbi Minta Ahok Berhenti Jelekken Anies: Dia Mantan Napi

“Pertalite ini sebenarnya jenis bahan bakar umum secara normal harga sudah berada diatas Rp 11.000 per liter. Kemudian Pertamina masih tetap harus menjual di harga Rp 7.560,” ucap Soerjaningsih selaku Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM pada konferensi pers Senin, 25 Oktober 2021.

Dikutip dari suara.com, pasca kabar Pertamina merugi tersebar Ahok yang merupakan Komisaris Utama Pertamina langsung menggelar rapat bersama Direksi Pertamina.

“Ya (hari ini) kami rapat,” ucap Ahok kepada pihak suara.com saat dihubungi Rabu 27 Oktober 2021.

Baca Juga: Jawab Sindiran Ahok, Relawan Anies Baswedan Ungkit Kerugian Pertamina

Diketahui bahwa penyebab diedarkannya bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dengan harga tersebut supaya tidak terjadi keresahan  di masyarakat.

Pertamina sebagai BUMN berharap dapat mendukung kelancaran pendistribusian BBM dengan menaruh harga yang terjangkau.

Adapun untuk bahan bakar jenis premium, meski tidak disubsidi seperti Pertalite, namun pemerintah masih memberikan kompensasi kepada Pertamina.

“Terkait premium ini kompensasi, pastinya selisih harga jual premium Rp 6.450 per liter dan harga keekonomian sekitar Rp 9.000 per liter bisa dihitung berapa kompensasinya,” tutur Soerjaningsih.