Telkomsel: Karyawan yang Bocorkan Data Denny Siregar Lakukan Illegal Access, Ditindak Tegas

FPA, Karyawan Telkomsel yang ditahan karena membocorkan data Denny Siregar.(ist)

Terkini.id, Jakarta – Telkomsel menegaskan pelanggaran yang dilakukan karyawan outsourcing dengan membocorkan data pegiat media sosial, Denny Siregar tidak diistimewakan. Karyawan tersebut, melakukan tindakan illegal access.

Ungkapan itu menyusul adanya tudingan di media sosial yang menyebut karyawan outsourcing berinisial FPA yang kini ditahan polisi tidak sendirian. Denny Siregar menuding, masih ada orang di belakang FPA yang mungkin posisinya lebih tinggi.

Sementara, Telkomsel menegaskan bahwa semua kasus yang menimpa pelanggannya akan ditangani secara profesional.

“Tentu, semua pelanggan sama bagi kami,” terang Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin, di Kantor Telkomsel, Jakarta, Senin, 13 Juli 2020 seperti dikutip dari vivacoid.

Dia juga memastikan tidak bakal mentolerir masalah yang sama ke depannya.

Menarik untuk Anda:

Saat ditanya apakah ada perbedaan proses rekrutmen karyawan pascakasus Denny Siregar, Direktur Human Capital Management Telkomsel, Muharam Perbawamukti, hanya menjawab jika secara sistem dan SOP prosesnya sudah ada, termasuk rekrutmen dan pembinaan karyawan.

“Itu lebih ke bagaimana mendisiplinkan orang (karyawan Telkomsel) mengikuti standard prosedur yang ada,” klaim dia lagi. Seperti diketahui, karyawan Telkomsel yang membobol data pribadi Denny Siregar berstatus karyawan outsourcing (tenaga alih daya).

Lakukan Illegal Access

Muharam juga mengungkapkan, karyawan berinisial FPA tersebut melakukan perbuatan di luar SOP, dan dikategorikan sebagai illegal access. 
Kata dia, apabila ada pihak yang melakukan tindakan itu dipastikan akan diproses secara hukum.

“Setiap persoalan illegal access, baik secara sistem atau karena orang, seperti yang kemarin, kami pastikan diproses secara hukum,” ungkapnya.

Untuk diketahui, data pribadi Denny Siregar dibocorkan oleh akun Twitter @opposite6891. Data tersebut berisi seperti nama, alamat, NIK, KK hingga nama merek dan seri ponsel yang digunakan.

Pada Jumat pekan lalu, 10 Juli 2020, pihak kepolisian berhasil menangkat oknum karyawan outsourcing di Grapari Surabaya, Jawa Timur berinisial FPA. Pelaku disebut sebagai customer service dan dikatakan motifnya adalah simpati dengan akun @opposite6891 serta mengaku sakit hati pernah di-bully pendukung Denny Siregar.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tak Hanya Hina Islam, Appolinaris Darmawan Juga Sebut Muhammad SAW Nabi Hoax

Viral Komentar Suami Sebut Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Harus Diurus

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar