Terima kasih Pak Prabowo sudah memberi pelajaran literasi untuk bangsa

Prabowo

Terkini.id, Makassar – Banyak yang menertawakan dan menganggap remeh buku novel bacaan Prabowo, Ghost Fleet. Sebuah buku yang membuatnya berkesimpulan Indonesia tidak ada lagi pada 2030 mendatang.

Benarkah seorang Prabowo yang oposisi pemerintah itu ngawur karena mengutip sebuah novel sebagai landasan untuk menganalisa Indonesia di masa depan? Novel itu bukannya fiksi?

Ternyata tidak juga. Penjelasan Prabowo itu benar. Bahwa buku tersebut disusun oleh ahli strategi perang, dan novel menjadi saluran pilihan para analisis strategi untuk menjelaskan analisanya tentang politik dan perang di masa depan.

Terlepas dari banyaknya kritik tentang Prabowo yang memilih menjadikan novel fiksi sebagai sebuah rujukan, ambil saja hikmah baik di baliknya.

Novel Ghost Fleet bakal menjadi laris, dan membangkitkan semangat orang untuk membacanya. Seperti ada semangat untuk membangun literasi dari pidato Prabowo yang disampaikan saat kuliah umum di UI tersebut.

Menarik untuk Anda:

Salah seorang yang mereview buku Ghost Fleet, adalah seorang politikus luar negeri yang profesional dan Anggota Parlemen Politik Young Professionals in Foreign Policy (YPFP), Gary Barden.

Melalui tulisan resensinya nya yang berjudul Ghost Fleet dan Future of Great Power War dan dimuat di thediplomat.com itu , Gary menjelaskan bahwa buku ini punya kategori tersendiri, dan terlepas dari fiksi ilmiah mainstream, tetap layak untuk dicermati secara serius.

Gary menulis, tujuan utama Ghost Fleet adalah untuk memberitahu mereka yang bertugas dalam keamanan dan pertahanan, dengan narasi yang penuh karakter untuk menerjemahkan konsep teknis yang canggih dengan ilustrasi praktis.

“Buku ini memberi pembaca visi yang masuk akal dan tak diragukan lagi. Bahwa suatu hari nanti (isi Ghost Fleet) menjadi kenyataan perang kekuatan besar,” tulis Gary.

Banyak yang kemudian tertarik untuk membaca buku Ghost Fleet. “Makin banyak yang tertarik buat baca (Ghost Fleet). Ini contoh pendidikan literasi yang bagus. Biar bangsa ini mulai banyak baca buku-buku atau novel yang berkualitas,” ujar salah satu netizen, Ismail Fahmi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bupati Soppeng Terima Rekomendasi Webinar IKA SMA 200/1 dari Prof Hasnawi Haris

Tendangan Kungfu Mendarat di Perut Ojol hingga Terjungkal, Akbar Ditahan Polisi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar