Masuk

Terkait PKS yang Minta Kemenag Tak Terbitkan Logo Halal Multitafsir, Gun Romli : Orang Bahlul Kok Ngomongin Orang Awam

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera(PKS) Bukhori Yusuf meminta kepada Kementerian Agama (Kemenag) untuk tidak menerbitkan logo halal yang multitafsir.

Menanggapi hal tersebut Politisi PSI Mohamad Guntur Romli alias Gun Romli pada cuitan di akun twitternya bahwa logo baru tersebut tapak sangat jelas tulisan halalnya.

Gus Romli menyebut orang awam sekalpun dapat membaca ‘Halal Indonesia’  pada logo yang diterbitkan Kemenag.

Baca Juga: Roy Suryo akan Diperiksa Lagi, Guntur Romli: Polisi Harus Hentikan Drama Roy Suryo

“Orang bahlul kok ngomongin orang awam, karena orang awam sekalipun pasti bisa baca ‘Halal Indonesia’ kalau orang bahlul jelas gak bisa baca,” tulis Gun Romli di akun twitternya @GunRomli.

Tangkapan Layar (Twitter)

Sebelumnya, Bukhori menyebut dalam pernyataan perihal logo sertifikasi halal yang diterbitkan Kemenag bahwa logo melambangkan hal rumit menjadi sederhana.

“Logo itu kan melambangkan sesuatu yang rumit menjadi sederhana, jadi proses halal itu kan panjang rrumit, tetapi ketika sudah ada logo halal itu maknanya dalam waktu 1 sampai 3 detik orang paham, oo itu barang sudah halal,” kata Bukhori sebaagaimana dilasnir dari Kompatv. Rabu, 16 maret 2022.

Baca Juga: Aa Gym Ucap Masalah Terbesar Negeri Ini Akhlak, Guntur Romli: Dia Sebut Istrinya Melahirkan Dengan ‘Turun Mesin’

“karenanya (logo yang) terlihat, terbaca, jelas, (orang langsung) mengerti, tidak perlu multitafsirr, tidak perlu salah baca,” tambahnya.

Atas dasar itu, Bukhori menyatakan, aspek yang paling signifikan dari logo halal, selain dari seni, adalah kejelasan tulisan.

“tapi kemudian ketika dibaca oleh orang yang tidak memahami itu orang awam dia akan kesulitan ini apa bacanya,” ujarnya.

Karena logo tersebut dibaca oleh masyarakat umum maupun kalangan terpelajar.

Baca Juga: Guntur Romli Sindir Anies Baswedan: Ahli Menata Kata, Bukan Bekerja

“Nah kalau di bantah, oo itu kan  ada tuliskan halal Indonesia, nah halal Indonesia itu bukan logi, dia tulisan, dia tidak mencerminkan satu representative daripada proses yang panjang rumit lagi,” lanjut Bukhori.

Di samping itu, Bukhori menambahkan jika kemudian ada produk yang dieskpor tentu tidak semua orang di luar negeri bisa bahasa Indonesia.