Terkendala Biaya, Warga Tertahan di RSUD Barru, Bupati Tegur Manajemen

Bupati Barru temui pasien yang tertahan di RSUD Barru.

Terkini.id, Barru – Sikap sigap yang dipertontonkan Bupati Barru, Suardi Saleh, ketika mendengar kabar yang viral melalui media sosial facebook, tentang foto seorang perempuan yang merupakan ibu rumah tangga, harus tertahan di rumah sakit karena persoalan biaya rumah sakit yang belum terselesaikan.

Dalam postingan akun facebook bernama @Pajokka menyebutkan kalau ibu rumah tangga bernama Nurul Maghfira (22), warga Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, yang hidup dalam kehidupan sederhana dan di bawah garis kemiskinan dengan profesi suaminya sebagai pedagang ikan.

Kejadian tersebut bermula ketika Nurul Maghfira, masuk dalam rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Barru, dan dirinya mengalami kehamilan di luar kandungan sehingga harus mengalami operasi di ruang ICU RSUD Barru.

Akibatnya keluarga itupun harus menebus biaya rumah sakit dengan biaya yang sangat fantastis bagi keluarganya, total biaya tersebut yang dia butuhkan mencapai Rp 20 Juta.

Ironinya dirinya sama sekali tidak mengantongi asuransi kesehatan sama sekali, yang mungkin bisa menolong dirinya dalam kondisi seperti itu, namun keberuntungan tersebut datang dari Bupati Barru, dimana setelah mendengar kabar itu langsung mengambil tindakan untuk mengunjunginya dan melihat langsung dirinya di ruang perawatan.

Kehadiran Bupati Barru, Suardi Saleh, memberikan angin segar bagi mereka yang selama sepekan ini dirinya harus tertahan di RSUD, karena biaya tersebut tidak mampu dia selesaikan dan dirinya menjadi jaminan di RSUD.

“Saya sudah dengar apa yang dialami masyarakat tersebut, dan curhatan itupun harus memberikan jaminan kepada mereka agar bisa terbebas dari persoalan ini, dan saya target hari ini juga Kamis 2 Agustus 2018, dia sudah bisa keluar,”kata Suardi Saleh, Bupati Barru, di depan Pasien tersebut

Selain memberikan jaminan kepada pasien yang tertahan tersebut, dirinya juga mengingatkan kepada manajeman RSUD Barru, pentinganya perhatian kepada para masyarakat yang berada dalam kondisi seperti itu.

“Ini mereka perlu mendapatkan perhatian dan semestinya tidak boleh terjadi kejadian ini, jadi tugas manajemen harus tanggap dan aktif dalam memberikan pelayanan, termasuk persoalan asuransi kesehatan ini tugas manajemen untuk memberikan arahan, dan sampai pada pengawalan proses pembuatan hingga dapat digunakan,”tegasnya.

Dia menjelaskan, kalau sekarang ini Kabupaten Barru berada dalam status UHC, sehingga penggunaan BPJS bisa langsung digunakan hanya dengan satu hari masa kepengurusan

“Pengurusan BPJS bisa dipercepat dan bahkan untuk menggunakan tidak perlu butuh waktu yang lama, hanya perlu waktu satu hari sudah bisa di gunakan, karena Barru berada dalam status UHC,”jelasnya.

Salah satu Dokter RSUD Barru, yang enggan disebutkan namanya berkilah kalau pasien tersebut masuk dalam kategori umum sesuai dengan kesepakatan antara pasien dan keluarga pasien.

“Jadi kan suaminya saat kami tanya soal BPJS mereka bilang tidak ada dan mereka menyetujui untuk menggunakan jasa perawatan umum, namun sampai sekarang ini belum ada yang melakukan pelunasan, dengan biaya perawatan sebanyak Rp 20 Juta,”ungkap dia.

Berita Terkait
Komentar
Terkini