Terungkap, 3 Penyebab Rasa Sakit Saat Berhubungan Seks

Seks
Ilustrasi rasa sakit saat berhubungan seks (foto: craveller.co)

Terkini.id – Seks sering dianggap sebagai pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan. Namun, kenyataannya tidak selalu apa yang Anda pikirkan. Mungkin ada saat-saat ketika rasa sakit saat seks bisa merusak semua kesenangan dan membuat Anda berdua gagal mencapai klimaks.

Hampir 3 dari 4 wanita di dunia mengalami nyeri selama bercinta sesekali selama hidup mereka. Keluhan sakit saat seks ternyata bukan masalah di ranjang yang semata terbatas pada perempuan, karena banyak pria juga melaporkan alami rasa sakit saat berhubungan seks. Namun, jangan sepelekan rasa sakit ini.

“Sakit adalah cara tubuh untuk memberi tahu Anda bahwa ada sesuatu yang salah. Ini adalah isyarat untuk berhenti sejenak untuk mencari tahu apa yang terjadi,” kata Debra Herbenick, PhD, seorang peneliti kesehatan seksual di Indiana University di Bloomington, dilansir dari Prevention.

Apa yang menyebabkan rasa sakit saat seks? Rasa sakit saat seks, atau sesudahnya, dapat disebabkan oleh berbagai hal. Dilansir dari hellosehat, berikut beberapa penyebab timbulnya rasa sakit saat berhubungan seks.

1. Stress dan masalah psikologis lainnya

Seks
Ilustrasi seks

Dari hari ke hari, Anda memiliki 1001 tugas dan kewajiban harian yang perlu Anda selesaikan. Dan ternyata, tanpa disadari, segala stres dan kecemasan ini dapat menjadi pihak ketiga dalam keharmonisan kamar tidur Anda.

Jika stres dibiarkan menumpuk, kinerja tubuh juga akan terganggu sehingga dapat menyebabkan berbagai macam masalah fisik, psikologis, dan emosional, salah satunya keluhan hubungan seks yang menyakitkan.

Solusi: Hilangkan stres sebelum mulai bercinta, misalnya dengan saling memberikan pijatan romantis, yoga, meditasi, atau makan malam santai nan romantis.

2. Penyakit yang Anda idap

Seks
Ilustrasi seks. (foto: samozdravje.mk)

Sejumlah infeksi genital bisa membuat sesi bercinta menjadi tidak nyaman. Yang paling umum adalah herpes genital, gonore, trikomoniasis, sariawan, klamidia, dan infeksi ragi.

Nyeri saat berhubungan seks pada wanita mungkin merupakan tanda dari masalah ginekologi, seperti menopause, kista ovarium, peradangan panggul, atau endometriosis.

Selain itu, infeksi saluran kencing (ISK) dan irritable bowel syndrome (IBS) adalah penyebab lain dari nyeri selama bercinta yang mungkin jarang disadari banyak orang.

Jika Anda memiliki gejala IBS umum, kram usus, sembelit siklik, dan/atau diare, di samping keluhan ranjang Anda, keduanya mungkin terkait satu sama lain. Sensasi terbakar yang berasal dari ISK juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat berhubungan seks.

Solusi: Periksakan ke dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jika Anda mengeluhkan sakit saat seks, keluar cairan yang tidak biasa, gatal, atau sakit di sekitar alat kelamin Anda, dokter dapat merekomendasikan Anda untuk menjalani tes penyakit kelamin menular.

3. Masalah pada alat kelamin

Seks
Ilustrasi seks. (foto: lingkaran.net)

Wanita dapat mengalami rasa sakit selama atau setelah berhubungan seks, baik dalam vagina atau lebih dalam di area panggul. Nyeri pada vagina dapat disebabkan oleh vaginismus, suatu kondisi dimana otot-otot vagina menutup erat sehingga membuat penetrasi jadi menyakitkan atau tidak mungkin.

Pria juga bisa memiliki masalah yang sama ini. Jika kulup ketat, penetrasi bisa menyakitkan, seperti kulup didorong kembali – disebut phimosis. Ketika kulup terjebak di belakang kepala penis dan tidak dapat ditarik ke depan. Ini disebut paraphimosis.

Kondisi seperti hipospadia, priapismus, penyakit Peyronie, prostatitis, atau bahkan sekadar luka mikroskopik di penis bisa menjadi penyebab dari hubungan seksual yang menyakitkan.

Selain itu, penis dapat menjadi sangat sensitif setelah orgasme dan ejakulasi, yang dapat membuat hubungan seks ronde selanjutnya bisa terasa menyakitkan.

Dalam beberapa kasus, ketidaknyamanan selama penetrasi adalah hasil dari reaksi alergi akibat cairan vagina/penis, pelumas spermisida, kondom lateks atau produk seperti sabun dan sampo juga bisa menjadi penyebab lain dari keluhan sakit saat seks.

Dalam kasus tersebut, sabun atau krim sarat dengan pewangi dan bahan kimia sehingga menyebabkan peradangan dan gatal-gatal pada alat kelamin Anda.

Solusi: periksakan ke dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jika alergi ternyata adalah penyebabnya, Anda mungkin dapat menggunakan kondom untuk mencegah kulit bersentuhan dengan cairan genitalia.

Berita Terkait
Komentar
Terkini