Terungkap, Ini Alasan Mengapa Warga Indramayu Laksanakan Salat Tarawih Tercepat

Terkini.id, Indramayu – Belum lama ini ramai diperbincangkan di media sosial terkait salat tarawih tercepat di Indramayu, Jawa Barat. Bahkan saking cepatnya, pelaksanaan salat tarawih tersebut disebut-sebut sebagai salat tarawih tercepat di dunia.

Hal itu pertama kali diketahui dari video yang diunggah di Youtube. Dalam video tersebut terlihat jemaah di Indramayu sedang melaksanakan salat tarawih.

Dalam unggahan di video tersebut, tertulis keterangan salat tarawih itu dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Qur’aniyah, Desa Dukuhjati Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Baca Juga: Video Viral! Nyanyi Indonesia Raya Sebelum Salat Tarawih, MUI: Terkesan...

Dilansir dari Merdeka, Rabu 8 Mei 2019, Tokoh Masyarakat Desa Dukuhjati mengungkapkan pelaksanaan salat tarawih tercepat tersebut sudah berjalan selama 10 tahun di desa mereka.

“Iya kami memang setiap tahun di bulan Ramadan selalu melaksanakan tarawih tercepat,” kata tokoh masyarakat setempat, Azun Mauzun.

Baca Juga: Jamaah Tarawih Masjid Istiqlal Penuh, Netizen: Iyalah Bos, Yakali Kalah...

Salat tarawih itu, kata dia, digelar khusus untuk pemuda di Desa Dukuhjati Indramayu. Mereka melaksanakan salat tarawih 20 rakaat ditambah Witir 3 rakaat.

Azun mengaku memimpin langsung pelaksanaan salat tarawih tercepat di Indramayu. Sementara itu, durasi waktu pelaksanaan salat tersebut hanya 7 menit.

“Kadang enam menit, kadang lebih, tapi tidak kurang dari 10 menit,” kata Azun.

Baca Juga: Jamaah Tarawih Masjid Istiqlal Penuh, Netizen: Iyalah Bos, Yakali Kalah...

Dia menjelaskan, gagasan salat tarawih tercepat tersebut merespons kaum muda desa yang sebagian besar tidak pernah ikut tarawih setiap Ramadan.

Para pemuda di Desa Dukuhjati saat itu enggan ikut tarawih dan memilih berkumpul di warung. Para pemuda desa tak ikut tarawih lantaran malu karena kumpul dengan orangtua.

“Kami sudah bolak-balik mengajak ikut tarawih tapi tetap tidak mau, akhirnya kami tawarkan salat tarawih tercepat di tempat khusus dan alhamdulillah mau, bahkan sudah mulai mengkaji kitab kuning. Makanya tarawih kilat ini banyak salah tafsir karena khusus untuk anak muda semua,” kata Azun.

Pemuda Desa Dukuhjati antusias mengikuti salat tarawih tercepat

Salat tarawih di Indramayu. (foto: kumparan.com)

Sejak diterapkan salat tarawih tercepat, tidak sedikit pemuda di Desa Dukuhjati Indramayu antusias. Mereka tidak malu karena jemaah salat sebagian besar anak muda.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan Ramadan khusus anak muda tak hanya mengikuti salat tarawih tersebut. Azun mengatakan, para pemuda desa perlahan diajak tadarus hingga mengkaji Kitab Kuning.

“Memang butuh proses dan kesabaran yang cukup luar biasa tidak hanya momen Ramadan saja. Tapi ini demi mereka sendiri,” kata Azun.

Azun mengaku, beragam kegiatan positif kerap diikuti pemuda desa selama Ramadan. Tidak sedikit pemuda Desa Dukuhjati saat ini semakin rajin ke masjid.

Tak hanya itu, beragam kegiatan keagamaan yang diikuti pemuda desa membuat mereka berubah sikap. Para pemuda lebih bisa menahan diri dan mengendalikan emosi.

“Ya setidaknya bisa menjaga perilaku mereka terutama perilaku yang dianggap kurang berkenan. Arah positifnya banyak jadi kita bukan tanpa alasan dan tujuan menggelar salat tarawih tercepat ini,” ujar Azun.

Bagikan