Tes GeNose Siswa SMP di Makassar, Hasilnya Akurat?

Namun belakangan pemerintah pusat tak lagi merekomendasikan penggunaan alat GeNose. Ida menyebut pemerintah kota tetap akan menggunakan alat tersebut lantaran pemerintah kota sudah terlanjur membeli.

“Kami membeli GeNose pada saat ada izin edar dari Kementerian. Jadi otomatis kami harus manfaatkan,” paparnya.

Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, Wachyudi Muchsin mengatakan bila teknis penganggaran yang menjadi alasan pemerintah kota menggunakan alat GeNose. 

Baca Juga: Makassar Tindaklanjuti Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi oleh Kemenpan-RB

Ia meminta menggunakan standar pemeriksaan yang tetap mengacu pada rapid antigen atau PCR. Sudah seharusnya, kata dia, pemerintah kota menyandingkan tes GeNose dengan PCR.

“Bawa itu GeNose dan bawa juga itu PCR supaya langsung sama-sama digunakan. Pesan kami tandemkan itu supaya GeNose terpakai dan pelaksanaan pemeriksaan Covid-19 juga benar,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Makassar Cari Duta Pemuda, Tunjang Program Longwis

Ihwal hasil GeNose yang berubah-ubah, dr Yudi, sapaannya, mengatakan hal itu membuktikan bahwa alat GeNose tak efektif.

“Itu contoh bahwa ketidakakuratannya, ada orang dites positif, dites lagi jadinya negatif. Berarti kan tidak akurat,” pungkasnya.

1 2 3
Show All
Bagikan