Tetangga desa PLTA Bakaru belum dialiri listrik, kenapa ya?

Waspada, marak penipuan lowongan kerja catut nama PLN
PLN / ilustrasi

TERKINI.id PINRANG – Jarak antara Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang, ternyata tidak membuat Desa yang berada disampingnya telah dialiri Listrik, Buktinya Desa Sali-sali, yang berada tidak jauh dari PLTA tersebut masih mengabdalkan generator sebagai alat aliran listrik.

Selain Desa Sali-sali juga tetangga dengan desa tersebut, ada Desa Suppirang, yang mana lokasinya juga tidak bedah jauh dari Desa Sali-sali.

Terbatasnya aliran listrik didua Desa teraebut, ternyata membuat mereka harus memanfaatkan Pasilitas Generator, yang nota benenya mengandalkan Solar sebagai bahan bakar, dan bahkan mereka harus mengeluarkan biaya lebih besar karna bahan bakar yang digunakan.

Untuk mencapai daerah tersebut, para masyarakat mengandalkan kendaraan roda dua, dan juga kendaraan roda empat khusus yang melalui jalan tersebut, dan biaya perjalanan sendiri bukan hal yang murah, karna para masyarakat harus mengeluarkan biaya kendaraan yang kauh lebih tinggi, kisaran paling murahmya Rp 50 ribu per orangnya.

Warga setempat, Ikhsan, mengatakam, untuk menjangkau kampungnya setiap mudik lebaran atau saat pulang kampung, dirinya harus merogo kocek yang lebih besar, karna biaya ojek atau mobil yang lumayan besar.

“Paling murah biasanya kita naik ojek kesana itu mulai Rp 50 Ribu dari jalan poros dengan durasi perjalanan sekitar 1 jam perjalan, melalui jalan berlubang dan berkelok, bahkan masih ada yang berlumpur,”ungkapnya.

Ikhsan, menjelaskan, kalau selain kondisi jalan yang sangat memprihatinkan di desanya, masyarakatnya juga masih sangat kesulitan dengan penerangan.

“Kami masih pake generator sebagai alat untuk menerangi rumah kala malam tiba, itupun bisa digunakan hanya mulai jam 18.00 sampai 22.00 setelah itu kita mengandalkan lampu dari api dengan bahan bakar Minyak tanah,”tandasnya.

Dia mengaku, kalau penderitaan dengan usia Negeri ini masuk 72 Tahun yang mana ketika dikatakan dalam manusia itu sudah dalam kategori Tua namun kesejahteraan dari segi penerangan ternyata masih sangat jauh bagi dirinya.

“Mungkin kami disini hanya bisa bermimpi untuk memiliki listrik dari PLN dan bahkan itu hanya sebagai hayalan belakang warga desa kami,”sesalnya.

Warga lainnya, Zakaria, menuturkan hal yang sama, kalau dirinya saat ini hanya bisa berharap dan hanya sebatas menanti, entah sampai kapan kenyataan itu bisa diwujudkan pemerintah.

“Sudah pernah ada kalau listrik akan segera hadir di Desa kami, namun yah namanya sekedar janji mungkin sulit untuk dibuktikan,”pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini