Tewas Dianiaya Senior, Aldama Bayar Rp21 Juta Per Semester di ATKP

Aldama Putra
Taruna ATKP Makassar, Aldama Putra Pongkala (19) semasa hidup

Terkini.id, Makassar – Tewasnya seorang taruna angkatan pertama Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Aldama Putra Pongkala (19) menjadi perhatian banyak pihak.

Aldama yang merupakan warga Kompleks TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin Maros itu, diduga dikeroyok oleh seniornya di dalam kampus hingga tewas.

Polrestabes Makassar, kemarin telah menetapkan satu orang tersangka atas kasus penganiayaan di dalam kampus tersebut.

Ayah dari Aldama Putra, Pelda Daniel, sangat menyesali kematian anaknya. Pihak kampus dianggapnya lalai dalam menjaga para siswanya.

Bahkan, Daniel mengungkapkan dirinya berkorban besar untuk menyekolahkan anaknya. Tak sedikit, ia mengaku setiap semester membayar Rp 21 juta untuk biaya perkuliahan Aldama.

“Saya habis-habisan sekolahkan Aldama, tapi hanya begini jadinya anak saya. Uang masuk yang saya bayar kemarin Rp 21 juta, itu masuk uang semester,” ujarnya, Kamis 7 Februari 2019.

Ia menceritakan, lulusnya Aldama di ATKP Makassar melalui jalur reguler menjadi suatu kebanggaan. Meskipun ia tahu harus siap dengan mengeluarkan biaya yang mahal.

Namun, bukannya melihat anaknya lulus, Daniel malah melihat anaknya meninggal akibat dianiaya oleh seniornya di dalam kampus.

Tanggapan Ketua Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI)

Aldama Putra
Taruna ATKP Makassar, Aldama Putra Pongkala (19) semasa hidup.(ist)

Sementara itu, dilansir dari berbagai media, Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), Novyanto Widadi, membenarkan jika biaya di ATKP memang tak murah. Sebab, kata dia, taruna diasramakan dan harus membayar uang makan dan sebagainya.

“Kita menerapkan SPP sistem setiap semester. Mengapa isunya sekolah-sekolah Kemenhub itu mahal. Sebenarnya itu tidak mahal, karena mereka membayar uang makan, uang pakaian, uang mes dan biaya pendidikan, dan itu diatur melalui peraturan menkeu,” tutur Novyanto kepada wartawan.

“Jalur Polbit itu paling murah, karena dia hanya membayar baju dan makanan. Selain itu, pendidikan ditanggung negara,” lanjutnya,

Biaya tersebut, kata dia, sudah sesuai dengan PP 15 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Perhubungan untuk Non Subsidi dari Pemerintah.

Berita Terkait
Komentar
Terkini