Tiba di Makassar, Jenazah Napi Teroris Dimakamkan di Gowa

Teroris
Jenazah almarhum, Ustadz Muhammad Basri tahanan Lapas Klas IIA Pasir Putih Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah tiba di Bandara Hasanuddin Makassar. (foto/terkini.id)

Terkini.id, Makassar – Jenazah almarhum, Ustadz Muhammad Basri tahanan Lapas Klas IIA Pasir Putih Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah tiba di Bandara Hasanuddin Makassar dini hari tadi sekira pukul 03.42 Wita di Bandara Hasanuddin.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, napi meninggal dunia karena sakit pada Sabtu, 7 Juli 2018, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Cilacap.

“Jenazah napi teroris berangkat dari Jakarta dengan menggunakan pesawat batik air Nopen ID 6196,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Senin, 9 Juli 2018.

Dicky mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kerabat almarhum yang ada di Pondok Pesantren Tanfidzul Qur’an.

Jenazah diterima oleh rombongan penjemput dari pihak keluarga berjumlah 20 orang setelah mengikuti prosedur pihak Lapas di Nusakambangan terkait proses penerimaan jenazah.

Menarik untuk Anda:

Selanjutnya sekitar pukul 04.25 wita, jenazah meninggalkan cargo Bandara Hasanuddin menggunakan menuju mesjid Tahfizhul Qur’an Sudiang Makassar.

“Jenazah diantar didampingi oleh Farid Hhozali dan Miftahul Arif dari Jakarta. Selanjutnya rombongan pengantar jenazah rencananya akan dimakamkan di Kabupaten Gowa,” kata Dicky.

Basri sudah dimakamkan hari ini di tempat pemakaman keluarga yang terletak di daerah Pattalassang, Kabupaten Gowa.

“Informasinya dimakamkan di tempat pemakaman keluarga yang terletak di daerah Pattalassang, Kabupaten Gowa,” ujar Dicky.

Jenazah almarhum, Ustadz Muhammad Basri, tiba di Bandara Hasanuddin Makassar. (foto/terkini.id)

Muhammad Basri alias Abu Saif ditangkap oleh tim Densus 88 Anti Teror pada tahun 2015

Sekadar diketahui, Muhammad Basri alias Abu Saif ditangkap oleh tim Densus 88 Anti Teror pada tahun 2015 lalu.

Dia divonis delapan tahun penjara karena memberangkatkan anak dan keponakannya ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok radikal ISIS.

Selain itu, Basri juga pernah bergabung dengan kelompok teroris Poso di bawah pimpinan Santoso.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Gali Lubang Pakai Obeng, WNA Terpidana Mati Kabur dari Lapas Tangerang

Kekeringan Mengancam Para Petani di Sejumlah Daerah, Mentan Ajak Ikut Asuransi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar