Tiga Anggota Paskibra Pangkep Dikeluarkan Jelang Upacara Detik-detik Kemerdekaan

Terkini.id, Pangkep – Dibalik keberhasilan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Pangkep melakukan tugasnya dihari Kemerdekaan ke-73 ada cerita pilu dibaliknya. Tiga anggota paskibra dikeluarkan dari barisan sesaat sebelum upacara dimulai.

Ketiga paskibraka yang dikeluarkan tiba-tiba itu yaitu Resky Mansyur, Nurul Aulia, dan Farah Fadilah Yusri. Informasi yang didapatkan, mereka dikeluarkan dari barisan sesaat sebelum pengibaran bendera.

Orangtua Rezky yang enggan disebutkan namanya membenarkan kejadian tersebut, ia mengaku sangat kecewa dengan sikap panitia paskibraka yang mengeluarkan anaknya secara tiba-tiba ditengah lapangan dengan alasan yang tak jelas. Ibu rezky menceritakan saat dirinya sudah duduk manis di podium kehormatan ingin menyaksikan anaknya menaikan bendera sangsaka merah putih namun tiba tiba ada telpon dari suaminya bahwa Rezky saat ini ada dirumah dan tidak ikut upacara penaikan bendera”

“Saya sudah duduk di podium dengan hati bangga untuk menyaksikan anakku mengibarkan bendera, lalu suamiku menelpon, ma jangan berkecil hati anakmu ada dirumah, dan tidak ikut paskibraka karena dikeluarkan panitia secara tiba-tiba” ujarnya.

Hal ini dibenarkan Kordinator Pelatih Paskibra Pangkeo, Kapten ARM Tamrin. Menurut Tamrin, ketiga orang paskibra tersebut memang tidak diikutkan saat upacara detik-detik kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia namun diikutkan saat upacara penurunan bendera.

Menarik untuk Anda:

“Dua orang perempuan memang tidak diikutkan pengibaran karena faktor kesehatan. Lili (Nur Auliah) itu hampir tiap hari pingsan, Rara (Fara Fadila Yusri) juga begitu. Kalau Resky persoalan mental, dia tidak fokus,” terang Tamrin yang juga Komandan Koramil Minasatene kepada wartawan, Sabtu 18 Agustus 2018

Tamrin mengaku bertanggungjawab atas keputusan yang diambilnya itu. Keputusan tersebut diambil berdasarkan riwayat kepelatihan para paskibra. “Saya siap bertanggungjawab,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Dosen STKIP Pembangunan Indonesia Makassar Latih Warga Pulau Sabutung Buat Produk Olahan Ikan

Lahan Pertanian Kering, Anir-Lutfi Rencanakan Perluas Bendungan Tabo-tabo

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar