Tiga Caleg Terpilih Belum Setor LHKPN, KPU: Jika Tidak Setor Tidak Diterbitkan SK-nya

KPU Provinsi Sulsel telah menetapkan perolehan kursi dan hasil Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) Provinsi Sulsel, melalui rapat pleno, di Hotel Claro Makassar, Selasa 13 Agustus 2019. /Nasruddin

Terkini.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulsel telah menetapkan perolehan kursi dan hasil Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) Provinsi Sulsel, melalui rapat pleno, di Hotel Claro Makassar, Selasa 13 Agustus 2019.

85 Caleg terpilih ini akan dilantik pada bulan September 2019 mendatang.

Hanya saja, ada tiga caleg terpilih belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari KPK untuk disetor ke KPU.

Mereka ada adalah, Ince Langke (Caleg Golkar Dapil 4), Taqwa Muller (Caleg Golkar Dapil 11) dan Muzayyin Arif (Caleg PKS Dapil 6).

“LHKPN dari KPK, harus disetor paling lambat tujuh hari setelah penetapan hasil. Kalau tidak menyetor maka yang bersangkutan tidak akan diikutkan dalam penetapan Caleg terpilih,” ujar Misna dalam rapat pleno penetapan perolehan kursi dan hasil Pileg.

Misna menambahkan, berkas caleg terpilih akan dilaporkan ke Pemprov Sulsel kemudian diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menerbitkan SK Caleg Terpilih.

“Jadi kalau tidak segera melaporkan LHKPN paling lambat tujuh hari maka tidak diterbitkan SK-nya,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Anggota DPRD Meity Rahmatia Bagikan Hand Sanitizer dan Sabun Cuci Gratis di Gowa

Peduli Wabah Corona, JMS Care Bagi-bagi Masker dan Hand Sanitizer Gratis

Fadli Ananda: Keputusan KPU Menunda Pilkada Sangat Tepat

Anggota DPR RI AMI Perjuangkan Nasib Rakyat Terdampak Corona

Ikuti Rapid Test, Politisi Golkar JMS Negatif Covid-19

Perangi Covid-19, Golkar Sulsel Bagikan Hand Sanitizer dan Masker ke Masyarakat

Pilkada Serentak 2020 Akan Ditunda, KPU Makassar: Kami Tunggu Perintah

KSPI: DPR Jangan Coba-Coba Bahas Omnibus Law di Tengah Pandemi Corona

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar