Tiga ilmu pemikat wanita dari Sulsel yang masih dicari-cari hingga kini

Terkini.id, Makassar – Setiap daerah selalu mewariskan sebuah ilmu yang terkait dengan kemampuan-kemampuan di luar batas normal. Sebagian orang saat ini mungkin menganggapnya sebagai mitos.

Namun, tidak sedikit cerita-cerita berkembang yang menyebutkan, bahwa ilmu-ilmu, mantra maupun bacaan-bacaan yang diwariskan orang-orang tua dahulu terbukti manjur.

Salah satu ilmu, benda atau mantra yang diwariskan oleh orang tua adalah yang terkait dengan kemampuan untuk bisa memikat wanita.

Di Sulawesi Selatan, beberapa mantra atau barang mustika masih dicari-cari, khusunya mereka yang ingin mendapatkan jodoh dengan cepat. Dengan memiliki ilmu itu, mereka diyakini bisa dengan cepat memikat para perempuan yang ada di sekitarnya. Apa saja ilmu itu?

1. Jalarambang

Jalarambang merupakan hasil dari ilmu kebatinan yang konon lahir dari kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Orang-orang yang berasal dari wilayah Selatan Sulsel, umumnya mengenal nama ini.

Jalarambang berasal dari kata Jala yang berarti jaring,dan Rambang yang merupakan kata sifat dan berarti mengambil apapun yang ada di hadapannya tanpa terkecuali.

Konon, ilmu ini berasal dari seorang ahli spiritual pada masa kerajaan Bantaeng, atau biasa disebut panrita. Panrita melakukan proses semedi yang panjang untuk mendapatkan ilmu itu.

Cerita lain, jalarambang dihasilkan oleh seorang to manurung ri Bantaeng. Konon, dari proses semedinya itu, terciptalah sebuah minyak, yang diperuntukkan kepada raja kala itu, untuk memikat siapapun wanita yang dia inginkan.

Hingga sekarang, jalarambang diyakini masih ada, dan diwariskan kepada orang-orang tertentu. Orang yang memakainya akan lebih percaya diri, dan membuat siapapun khususnya perempuan yang melihatnya akan terkagum-kagum dan terpikat.

2. Kulau oroane/makkunrai

Kulau orane na makkunrai (boggel-pattinjo.blogspot.co.id)

Kulau merupakan sejenis mustika, yang dipercaya di kalangan Bugis Makassar. Konon, mustika ini banyak “diburu” oleh orang-orang Bugis-Makassar.

Mustika tersebut diceritakan cuma bisa didapatkan oleh orang-orang tertentu, melalui proses mimpi. Konon, orang tersebut akan bermimpi ketemu dengan leluhur atau orang tuanya, dan diberikan kulau itu.

Ada beberapa jenis kulau, seperti kulau bassi yang jika dimiliki, pemiliknya akan kebal senjata, kulau jene yang bisa membuat pemiliknya hilang saat di air, dan tidak bisa terbakar.

Nah, khusus kulau oroane atau makkunrai yang bentuknya mirip kelamin wanita maupun lelaki, dipercaya masyarakat Bugis Makassar sebagai benda yang bisa menarik lawan jenis, hingga menjadi obat untuk lemah syahwat, impoten dan fungsi-fungsi lainnya.

3. Tempa Tempa Pa’lungang

ilustrasi (simplelinx.blogspot.com)

Ini merupakan jenis mantra yang banyak diajarkan orang tua dahulu di daerah Makassar. Meski dipercaya sebagai mantra, sebagian menganggap ini tidak lebih dari sebuah kalimat suggesty, atau syair yang bisa memotivasi orang untuk bergerak memikat pujaan hatinya.

Kalimat itu diucapkan dalam bahasa Makassar, salah satu contohnya seperti ini:

“Oo andi (sebut nama perempuan yang diidamkan) maeko Tinro le’ba tannang pa’lungannu lebba ka’rang tappere’nu. tappere maradaninu pa’lungan gilingannu .Tinroko ri awan toaya appalungan ri kalongkonga angngapara batang laklakang lullung batang kawasa, singkamma tongi kawasaya katalakna nyawanu mae rinakke. Nakke passe nucini nabaji pakmaiknu nakke passe nu nawa nawa namaciknong nawa-nawannu jappo atinnu rukrusu bone lalangnu punna nakke nanu boko ri pakmaek. (Barakka) tasela-selami matannu (andi) inakke jhi nucini nu urang attinro, akgilingkko rikanan, inakke jhi rikanannu. Akgilingko ri kiri inakke jhi ri kirinnu, attinro tumingarakko inakke jhi rateannu…. dst

Berita Terkait
Komentar
Terkini