Tiga Jawaban Bos IMF yang Mengubah Persepsi soal Pertemuan IMF-WB di Bali

Christine Lagarde, selaku Managing Director IMF, saat berkunjung ke Lombok, Minggu 28 September 2018

Terkini.id, Jakarta– Pertemuan tahunan International Monetary Fund and the World Bank (IMF-WB) Annual Meetings (AM), sebelumnya banyak disoroti banyak pihak karena dinilai boros anggaran.

Event yang digelar selama 8-14 Oktober di Bali itu, berlangsung di tengah duka bencana gempa bumi di Sulawesi Tengah, yang menelan hingga lebih dari 2.000 korban jiwa.

Sejumlah pihak bahkan meminta event tersebut dibatalkan saja. Apalagi, anggaran penyelenggaraannya memakan anggaran hingga Rp 855 miliar.

Jokowi sendiri sebelumnya mengungkapkan, anggaran sebanyak itu sebenarnya dipakai untuk memperluas apron di bandara Bali, membuat terowongan di persimpangan yang ada di Bali sehingga tidak macet.

Itu artinya, semuanya semata-mata untuk infrastruktur yang tetap digunakan terus meski event IMF-WB selesai.

Menarik untuk Anda:

Terbaru, Christine Lagarde, selaku Managing Director IMF yang datang ke Indonesia, memberi tiga jawaban yang perlu diketahui oleh masyarakat yang kritis soal pertemuan IMF-WB. Apa saja itu?

1. Apakah pertemuan Annual Meeting IMF-WB perlu dibatalkan?

“Tidak, karena itu malah justru akan menyusahkan,” terang Christine Lagarde, Managing Director IMF, saat mengunjungi lokasi bekas gempa di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat NTB, Minggu 8 Oktober 2018 lalu.

Menurut dia, jika event itu dibatalkan, orang-orang yang sudah bekerja untuk Annual Meetings IMF–The World Bank malah akan kehilangan pekerjaan mereka.

Pembatalan event bukannya bermanfaat, akan tetapi malah menjadi sia-sia.

2. Apakah Indonesia perlu menerima pinjaman IMF untuk penanggulangan bencana di Palu dan NTB?

Tidak, karena ekonomi Indonesia berada di bawah kendali yang sangat baik sekali.

“Dari Presiden Indonesia, hingga Menteri Keuangan, Ketua Panitia Annual Meeting IMF-WB, Pak Luhut, dan semua orang menjalankan upaya yang paling baik sekali karena Indonesia berada di tangan yang baik,” terang dia.

Sehingga, Indonesia tidak perlu meminjam dana mengingat kemampuan ekonominya sudah cukup kuat.

3. Apa yang bisa IMF lakukan jika begitu?

Sebagai awal, para staf IMF menggalang dana pribadi dengan didukung oleh manajemen IMF.

“Jadi hari ini saya membawa cek Rp 2 miliar untuk menolong korban di Lombok dan Sulawesi,” terang dia lagi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Mau Aman Modifikasi Jok Sepeda Motor, Berikut Triknya

‘Gaddepedia’ IKA Smansa Kerja Sama Gojek, Pasarkan Banner UKM lewat Gofood

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar