Tim Gugus Tugas Jeneponto Telah Salurkan 1339 Paket Sembako

Jeneponto
Ketua Pelaksana Harian I Tim Gugus Tugas Jeneponto, Letkol Inf Irfan Amir menyerahkan secara simbolis sembako kepada Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Jeneponto, Suardi A. Kahar.

Terkini.id, Jeneponto – Tim Gugus Tugas percepatan penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 Kabupaten Jeneponto kembali menyalurkan 250 paket sembako, Rabu,13 Mei 2020.

Penyaluran 250 paket sembako itu melibatkan organisasi masyarakat sipil (OMS), DPD BKPRMI dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas.

Ketua Pelaksana Harian I Tim Gugus Tugas Jeneponto, Letkol Inf Irfan Amir menyerahkan secara simbolis sembako kepada Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Jeneponto, Suardi A. Kahar.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali salurkan 250 paket sembako, ini merupakan penyaluran tahap ke IV, tahap pertama 373, tahap kedua 216 dan tahap ketiga 500 paket sembako, jadi jumlah total yang kita sudah bagikan sebanyak 1.339 paket sembako,” kata Letkol Inf Irfan Amir.

Sementara Ketua Umum DPD BKPRMI Jeneponto, Suardi A. Kahar, mengapresiasi langkah penyaluran sembako yang dilakukan Tim Gugus Tugas Jeneponto dengan melibatkan OMS, BKPRMI dan rekan Jurnalis untuk menyalurkan sembako tersebut.

Menarik untuk Anda:

“Untuk hari ini DPD BKPRMI Jeneponto akan menyalurkan 70 paket sembako untuk para guru mengaji di Kecamatan Bontoramba dan Kecamatan Kelara,” kata Suardi A. Kahar.

Menurutnya, khusus DPD BKPRMI Kabupaten Jeneponto, dari 11 DPK di Jeneponto 9 DPK yang mengusulkan data untuk diberikan bantuan pangan.

“Bantuan ini khusus untuk guru mengaji, ini berasal dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jeneponto, dari 9 DPK itu terdapat terdapat 348 data guru mengaji terdampak Pandemi Covid-19, tahap ini kami mendapatkan 70 paket sembako,” jelas Suardi A.K.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

6 Rumah di Jeneponto Hangus Dilalap Si Jago Merah

Bupati Iksan Iskandar Resmikan Lapangan Tembak Jenderal M Yusuf Kodim Jeneponto

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar