Tipu jamaah umrah, polisi tangkap bos PT Arca Perkasa Makassar

Zainuddin (35), terpaksa harus berurusan dengan aparat Kepolisian Sektor Bacukiki, Polres, Parepare. Pasalnya, mantan karyawan Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan uang miliki calon pelanggan. / Ist

Terkini.id, Makassar – Direktur PT. Arca Perkasa Makassar, Dia Much Arsad bersama Komisaris PT. Arca Perkasa Haryadi diringkus polisi setelah dilaporkan oleh jamaah umrah kasus penipuan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, terungkapnya kasus penipuan ini setelah salah seorang jamaah yang menjadi korban ‎bernama Heny Katily melaporkan‎nya ke Mapolrestabes Makassar.

Dimana kata Dicky, kasus penipuan pihak terlapor dan pelapor Heni Katily yang merupakan pihak CV Madin Sejahtera Tour Travel yang menawarkan perjalanan umrah dengan cara promo dengan biaya Rp 14 juta perorangan bagi calon jamaah umrah.

“Sebanyak 76 orang jamaah umroh mengaku tertipu oleh kedua pelaku. Atas laporan tersebut Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono menurunkan Tim Subdit 2 Harda yang di Pimpin Kanit 5 Kompol Muhammad Untung untuk mengejar kawanan pelaku,” kata Dicky saat merilis kasus ini, Selasa 12 September 2017.

Dikatakan ‎Dicky, pelaku menjanjikan pemberangkatan umrah dan menepati pemberangkatan dengan menyerahkan uang tunai secara bertahap senilai Rp 1.080.000.000.

“Uang itu untuk 76 orang jemaah umrah yang di janji di berangkatkan pada bulan Mei 2015. Ibu Heni menyerahkan uang tunai pada bulan Mei 2014 silam,” jelas Dicky.

Baca :70 persen calon haji 2017 di Parepare sudah lunasi ONH

Kanit 5 Tim Subdit 2 Harda Kompol Muhammad Untung mengatakan kedua terlapor ini mengaku jika uang dari setoran pelapor itu digunakan dengan cara subsidi silang.

“Artinya terlapor ini menggunakan uang tersebut terhadap jamaah yang lebih dulu mendaftar. Namun kerena perusahaannya anjlok pendaftar juga semakin berkurang sehingga jemaah yang lebih dulu pula tidak diberangkatkan.Kasus ini masih kami dalami dan keduanya kami lakukan penahanan,” kata Muhammad Untung.