TNI-Polri Bergerak ke Lokasi Pembantaian Pekerja Proyek Trans Papua

Terkini.id – Informasi penembakan pekerja proyek jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, telah direspons aparat TNI dan Kepolisian.

TNI-Polri kini tengah menuju lokasi di Distrik Yigi, untuk memastikan kebenaran informasi tentang penembakan tersebut.

Presiden Joko Widodo menjelaskan, dirinya sudah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk ke lokasi.

“Saya sudah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk ke sana, agar dilihat dulu, jadi tidak sekadar diduga, karena ini masih simpang siur. Ini masih dikonfirmasi, bagaimana kejadiannya,” kata Jokowi kepada wartawan.

Menurut dia, pembangunan di Papua medannya sangat sulit dan juga masih terdapat gangguan keamanan.

Jokowi juga mengingatkan, peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten terpencil.
“Kabupaten itu dulu ‘warnanya merah,’ saya pernah ke sana,” lanjut Jokowi, mengisyaratkan bahwa di wilayah itu dulu banyak pendukung Organisasi Papua Merdeka.

“Kita sekarang berusaha mendekati lokasi, tetapi laporan yang kami terima menyebutkan ada 24 hingga 31 pekerja pendatang yang tewas dibunuh oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB),” terang juru bicara Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Infanteri Muhammad Aidi, seperti dilansir dari BBC News Indonesia, Selasa 4 Desember pagi.

Baca :Fakta Terbaru Jamal Khashoggi: Ditelepon Putra Mahkota Saudi Sebelum Dibunuh

Hentikan Sementara Proyek

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, terkait kejadian itu pemerintah menghentikan untuk sementara pembangunan jembatan di lokasi itu.

“Dengan kejadian tadi pagi, seluruh pekerjaan jembatan (dari Mamugu ke Wamena) kita hentikan,” kata Basuki kepada wartawan saat jumpa pers di Jakarta, Selasa 4 Desember 2018.

“Semua pembangunan jembatan di ruas ini, dari Mamugu ke Wamena, kita hentikan, sampai menunggu keamanan kondusif di wilayah itu, sesuai rekomendasi Pangdam dan Kapolda Papua,” lanjut Basuki.