TP PKK Sulsel Perkenalkan Baju Bodo di Ajang Singapore Expo 2019

TP PKK Sulsel
TP PKK Sulsel dan Dekranasda Sulsel memperkenalkan Baju Bodo di Ajang Singapore Expo 2019

Terkini.id, Makassar – Rangkaian gelaran Indonesia Fest 2019, 14 – 17 Maret 2019 yang berlangsung di Singapore Expo, Singapura, dimanfaatkan delegasi Sulsel untuk promosi budaya daerah.

Kegiatan pameran yang menampilkan makanan, pakaian, kerajinan dan tour and travel ini diramaikan launching sekolah musik angklung Singapore dan penampilan tari serta lagu nusantara.

Di stand Sulsel yang memamerkan beragam produk unggulan UMKM, Tim penggerak PKK dan Dekranasda Sulsel tampil mengenalkan budaya Sulsel melalui baju bodo dan jas tutup  yang merupakan pakaian adat khas Sulsel.

Tampil dalam kesempatan ini pengurus PKK Sulsel, Chalifa Mansilya Angge dan Suzy Rahajati Nurdin. Sementara dari Dekranasda hadir Abd Azis Bennu dan Ruth Sosang.

Pengurus PKK Sulsel, Suzi Rahajati mengatakan, sesuai misi dari Ketua TP PKK Sulsel mengatakan pentingnya memperkenalkan ragam budaya Sulsel ke negara sahabat.

“Kami ingin mengenalkan bahwa budaya kita di Sulsel sangat kaya disamping potensi komoditi dan produk UMKM,” katanya.

Baju Bodo

Pada kesempatan ini para pengunjung ekspo dikenalkan baju bodo sebagai pakaian adat suku Bugis-Makassar dan diperkirakan sebagai salah satu busana tertua di dunia.

Baju bodo kainnya ditenun dari pilinan kapas yang dijalin dengan benang katun sudah dikenal masyarakat Sulawesi Selatan pada pertengahan abad ke-9.

Sesuai namanya “bodo” yang berarti pendek, baju ini memang berlengan pendek. Namun seiring dengan masuknya pengaruh Islam di daerah ini, baju yang tadinya memperlihatkan aurat pun mengalami perubahan.

Pakaian tradisional ini sering dipakai untuk acara adat, seperti upacara pernikahan. Tetapi sekarang, penggunaan Baju Bodo mulai meluas untuk berbagai kegiatan, misalnya lomba menari atau upacara penyambutan tamu-tamu kehormatan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini