Tren kendaraan listrik bikin PT Vale optimis bisnis tumbuh

Senior Manager Communication PT Vale yang baru, Budi Handoko (kanan), bersama Bayu Aji

Terkini.id, Makassar – Perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Sulawesi, PT Vale Indonesia, menyiapkan target ekspansi tahun 2018. Pesatnya penggunaan kendaraan listrik membuat Vale optimis.

Sempat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir lantaran harga nikel yang tidak bagus, Vale optimistis bisa lebih baik tahun ini.

“Penggunaan bahan baku nikel berpotensi semakin besar. Salah satunya penggunaan baterai pada kendaraan listrik. Karena listrik kan menggunakan baterai,” jelas Bayu Aji, yang hari ini tidak lagi menjabat sebagai Senior Manager Communication PT Vale, Selasa 17 April 2018.

Saat press conference, Bayu Aji mengumumkan pergantian posisi humas PT Vale tersebut. Bayu Aji digantikan oleh Budi Handoko Senior Manager PT Vale yang baru. Budi sebelumnya di bidang operasional PT Vale.

Pada tahun 2018, Budi Handoko mengungkapkan beberapa optimisme perusahaan tersebut, untuk bisa terus melakukan ekspansi bisnis.

“Kita mengalami kerugian sekitar USD 15 juta pada tahun lalu. Faktornya karena harga nikel, harga bahan bakar untuk industri kita, dan lainnya,” jelas Budi Handoko.

Menurut Budi Handoko, dengan adanya peningkatan yang cukup bagus untuk penggunaan bahan baku nikel, dia yakin produksi nikel (dalam matte) tahun 2018 bisa ditingkatkan menjadi 77  ribu ton.

“Pada tahun 2017, produksi nikel kita sekitar 76 ribu ton. Kalau harga nikel bisa mencapai rata-rata USD 12 ribu hingga USD 13 ribu per ton, kita optimis bisa mencapai target,” jelas dia.

Berita Terkait
Komentar
Terkini