Trending ‘Salim Said Bongkar SBY’, SBY Disebut Dulu dan Sekarang Suka ‘Playing Victim’

Trending ‘Salim Said Bongkar SBY’, SBY Disebut Dulu dan Sekarang Suka ‘Playing Victim’

R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id Jakarta – Hari ini, Jumat, 13 Maret 2021, topik ‘Salim Said Bongkar SBY’ menjadi trending nomor 5 di twitter dengan jumlah cuitan telah mencapai sebelas ribu lebih.

Topik tersebut menjadi hangat setelah Salim Said menjadi narasumber di Karni Ilyas Klub untuk membahas soal Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan kisruh Partai Demokrat.

Salah satu hal yang disoroti dalam pernyataan Salim yaitu terkait SBY yang disebut playing victim atau pelaku yang merasa menjadi pihak terzalimi dalam kisruh Demokrat.

Salim mengaku telah menghubungi beberapa penggagas Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Sedang dan mengumpulkan beberapa informasi.

“Jawaban mereka, itu yang melakukan kudeta pertama, itu adalah Pak SBY terhadap orang Demokrat dan menjadikan anaknya menjadi Ketua Partai,” ungkap salim.

Baca Juga

SBY disebut membuat suatu strategi agar tidak terjadi kontroversi ketika anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Ketua Umum.

Hal ini kontradiktif dengan sikap SBY yang disebut sering mengkritik dan menyerang orag yang nepotisme.

“Tapi yang menarik, mereka juga bilang, berkali-kali Pak SBY mengeritik, menyerang orang-orang yang nepotisme, mengangkat anaknya menjadi ketua partai menggantikan dirinya,” ujar Salim.

Salim lalu mengaitkan hal tersebut dengan peristiwa masa lalu, di mana dulu SBY juga dikatakan pernah mengaku sebagai orang yang dizalimi di zaman Megawati.

 “Saya menjelaskan dengan tvOne waktu itu, tidak betul seluruhnya Pak SBY itu jadi Presiden karena Partai Demokrat. Ada faktor-faktor lain waktu itu yang memungkinkan Pak SBY menjadi Presiden,” ungkap Salim.

 “Ada dicerca oleh Taufiq Kiemas, disebut cengeng atau apa. Sehingga orang mengatakan bahwa Pak SBY itu atau pengikut Pak SBY mendramatisir tingkah laku politik Taufiq Kiemas untuk popularitas beliau,” lanjutnya.

Hal tersebut disinyalir untuk menarik simpati publik sehingga menjadi salah satu faktor SBY dapat menjadi Presiden mengalahkan Megawati.

Cara SBY di masa lalu itu, menurut Salim, mungkin diulang lagi di masa sekarang dengan memosisikan Partai Demokrat sebagai pihak yang teraniaya atau terzalimi.

“Nah, jadi sekarang ini muncul lagi tuduhan itu, bahwa permainan ini sekarang adalah usaha untuk menarik simpati dengan mengatakan ‘lihat tuh, Moeldoko, penguasa di sekitar Presiden, menganiaya Partai Demokrat.’ Begitu yah, ada dugaan seperti itu,” ujarnya.

“Jadi ‘kita ini dizalimi’, kata itu dipakai, dizalimi,” lanjutnya.

Adapun perkataan Taufik Kiemas yang dimaksudkan tersebut, disampaikan beberapa tahun yang lalu.

Dilansir dari Detik News, menjelang Pemilu 2004, Taufiq Kiemas pernah menyebut Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ‘anak kecil’.

Momen tersebut dinilai sebagai salah satu tonggak yang mampu dimaksimalkan SBY untuk memenangi pemilu kala itu.

“Mestinya dia (SBY) datang ke ibu presiden, tanya kok enggak diajak rapat (rapat kabinet), bukannya ngomong di koran seperti anak kecil. Masa, jenderal bintang empat takut ngomong ke presiden,” kata Taufiq, pada 2 Maret 2004, dilansir dari Detik News.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.