Trinity, Bocah 4 Tahun Korban Bom Gereja Harus Dioperasi Lagi

Trinity, korban bom molotov di Samarinda, dua tahun lalu.

Terkini.id – Bocah yang menjadi korban bom molotov di gereja Oikumene, Samarinda, dua tahun lalu, harus kembali dioperasi karena tangannya tidak berfungsi normal.

“Hari ini Trinity bocah 4 tahun korban bom molotov Gereja Oikumene Samarinda 2 tahun lalu bangun lebih cepat. Pagi ini Ia akan dioperasi pada kedua tangannya,” jelas kerabat ayah Trinity, Birgaldo Sinaga, melalui media sosial, Kamis 27 September 2018.

Aktivis dan media sosial ini menceritakan dengan detil, bagaimana percakapan Trinity kepada orang tuanya, di rumah Sakit di Tiongkok.

“Mak ..Pagi ini kita operasi ya”, tanya Trinity pada ibunya yang sedang memakaikan perlengkapan baju untuk operasi kulit anaknya.

Jemarinya tidak bisa berfungsi normal karena kulit jemarinya lengket.

Ini merupakan operasi yang ke empat di Tiongkok. Ia harus kembali ke RS Sun Yat Sen, Guang Zhow.

“Wajahnya terlihat menyimpan rasa takut. Ada ketakutan menyeruak dibalik bening matanya. Rasa trauma dilalap api yang membakar 70 persen sekujur tubuhnya,” cerita Birgaldo lagi.

“Sayang harus siap ya..mamak temani kamu. Ingat pesan bapak..bapak dari jauh juga doakan kamu ya nak,” peluk ibunya Trinity untuk menguatkan mental anaknya seperti diceritakan Birgaldo

Trinity mematung. Ia tidak bersuara. Hanya diam. Entah apa yang dipikirkannya. Rasanya Ia sudah bosan bolak balik ke meja operasi.

Kali ini harus operasi lagi. Kulitnya disayat-sayat. Dicangkokkan kulit baru yang diambil dari bagian kulit tubuh lainnya.

Ia juga sudah beberapa kali ditanam balon seperti Alvaro, teman sepermainannya yang juga jadi korban serangan teroris.

Alvaro saat ini juga sedang dioperasi di Kuala Lumpur Malaysia.

Seorang perawat memapah Trinity. Dokter bersiap mengatur rencana operasi. Beberapa dokter nampak berdiskusi dalam.bahasa Mandarin. Ibu Trinity memeluk anaknya itu.

“Kita berdoa ya nak,” ujar Ibu Trinity berbisik. Mereka melipatkan kedua tanganya. Kedua ibu beranak itu menutup matanya. Trinity menundukkan kepalanya.

“Bapa di Surga…anakku Trinity pagi ini akan dioperasi kembali. Ku serahkan semua proses operasi ini kedalam tangan pengasihan Mu saja Bapa. Kami tidak punya kuasa apa2. Hanya kuasa kebaikan dan welas asihMU yang selalu kami mohonkan. Kasihanilah kami Bapa..berikan ketenangan dan kekuatan bagi anakku ini. Sertai para medis yang akan mengoperasi Trinity. Dalam nama Tuhan Yesus kami berserah. Amin”, tutup Ibu Trinity dengan matanya yang sudah berair.

Dokter bersiap. Trinity dibius. Ia tertidur. Perlu 10 jam operasi. Ibu Trinity keluar dari ruang operasi. Dari balik kaca ruang operasi Ia menyanyikan lagu dengan lirih.

“Kekuatan serta penghiburan,
diberikan Tuhan padaku,
tiap hari aku dibimbingNya,
tiap jam dihibur hatiku.
Dan sesuai dengan hikmat Tuhan,
‘ku dib’ri apa yang ‘ku perlu.
Suka dan derita bergantian,
akan memperkuat imanku.

“Bantu dalam doa ya Lae”, pesan chat Ayah Trinity pagi ini pada saya.

“Trinity…kamu anak kuat dan hebat. Semangat dan kuat ya sayang… Doa ku selalu untuk mu,” tutup Birgaldo.

Komentar

Rekomendasi

Pengusaha Ini Hibahkan Lahan 1 Hektar Miliknya untuk Area Pemakaman Korban Corona

Sering Bicara Khilafah dan Hina Presiden, Ali Baharsyah Ternyata Kolektor Video Mesum

3 Poin Sikap AJI Terkait Privilese Wartawan untuk Tes Cepat Covid-19

Terpidana Teroris Abu Bakar Ba’asyir Surati Jokowi, Minta Dibebaskan akibat Corona

Potret Pilu Badut Tetap Cari Nafkah di Dalam Mal yang Sepi akibat Corona

Pintu Pelimpah Bendungan Bili-bili Dibuka, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Hilir Sungai Jeneberang

Keluarga Positif Corona yang Viral Usai Main TikTok Dinyatakan Sembuh

Selain Hina Jokowi, Pria Ini Juga Kedapatan Simpan Video Mesum

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar