Turunkan Berat Badan dengan Cara Diet Ketofastosis

Turunkan Berat Badan dengan Diet Ketofastosis. Sumber : halodoc.com

Terkini.id – Ingin menurunkan berat badan lebih cepat daripada hanya sekedar berdiet, dan melakukan olahraga. Ada cara yang lebih ampuh dan cepat untuk menguruskan badan yang bisa kamu lakukan yaitu cara diet ketofastosis.

Apa yang dimaksud dengan Diet Ketofastosis?

Orang banyak mengenal metode diet ala keto yaitu diet dengan pola makan tinggi lemak dan protein dan mengurangi atau tidak mengonsumsi makanan karbo. Diet keto ini mengonsumsi 75 persen lemak, 20 persen protein dan 5 persen karbohidrat.

Diet Ketofastosis adalah metode diet yang menggabungkan diet keto dengan fastosis. Fastosis adalah menerapkan pola fasting on ketosis yang berarti berpuasa dalam keadaan ketosis. Jadi diet ketofastosis dilakukan dengan berpuasa sekitar 6-12 jam tergantung kondisi tubuh masing-masing orang mirip pola diet OCD sambil melakukan diet keto.

Perlu diketahui metode diet ketofastosis seperti ini tidak bisa dilakukan langsung oleh mereka yang belum pernah melakukan diet sebelumnya. Sebaiknya kamu wajib menyesuaikan pola makan lebih dahulu dengan melakukan diet keto selama berbulan-bulan untuk meminimalisir risiko menjalankan diet ketofastosis.

Menarik untuk Anda:

Ada beberapa fase yang bisa kamu lewati untuk diet ketofastosis, yaitu fase induksi, fase konsolidasi dan fase pemeliharaan.

Melansir dari halodoc.com, fase-fase ini wajib dilakukan agar tubuh bisa menyesuaikan dengan metode diet ketofastosis ini.

1. Menjalankan Fase Induksi

Fase induksi ini bertujuan untuk melakukan diet dengan mengurangi asupan karbohidrat hingga 10 gram perhari dan mengganti dengan asupan lemak sebagai sumber energi. Tubuh yang biasanya melakukan pembakaran dengan karbohidrat akan mengubahnya dengan menggunakan lemak sebagai energi.

Untuk fase induksi ini menu yang dianjurkan adalah yang berasal dari sumber hewani seperti ayam, telur, daging dan seafoof. Disarankan untuk berpuasa tetapi tetap boleh minum air dan minum minuman bebas kalori lainnya selama 16-18 jam. Fase induksi ini berlangsung 2-3 hari dan lakukan olahraga rutin minimal 30-45 menit perhari supaya berat badan bisa cepat turun.

2. Menjalankan Fase Konsolidasi

Fase ini, kamu bisa menambahkan dengan mulai mengonsumsi makanan dari sumber nabati seperti sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai asupan makanan harian. Namun disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan terlebih dahulu. Fase ini akan membuat tubuh terbiasa menggunakan lemak sebagai bahan bakar untuk metabolisme tubuh.

Dalam penerapannya, jika mengonsumsi sayur-sayuran membuat kadar gula darah dalam tubuh meningkat lebih dari 90 miligram/deciliter maka diharuskan kembali ke fase induksi. Fase konsolidasi ini bisa dijalankan 1 minggu sampai 1 bulan lamanya.

3. Menjalankan Fase Pemeliharaan

Pada tahapan ini, lemak menjadi sumber bahan bakar untuk metabolisme tubuh. Tetap upayakan untuk menjaga total karbohidrat di bawah 20 gram perhari untuk konsumsinya.

Buah-buahan bisa dimasukkan dalam daftar makanan, meski demikian wajib untuk memeriksa kadar gula darah setiap saat agar tidak melebih 90 miligram/deciliter.

Fase pemeliharaan ini pengikisan lemak cadangan dan hormone-hormon tubuh sudah berjalan optimal. Tubuh sudah bisa lebih kuat di fase ini.

Makanan yang dikonsumsi menggunakan perbandingan rasio 3:1 dengan 75 persen lemak berbanding 25 persen protein dengan kombinasi karbo sebanyak 10 persen.

Perlu diketahui dalam menjalani diet ketofastosis, kebanyakan orang akan mengalami “healing crisis” yaitu kondisi tubuh tidak nyaman saat beradaptasi dengan system metabolisme yang baru. Mungkin akan timbul masalah pada kulit seperti berjerawat, kulit gatal-gatal, kering, ketombe, mual dan lemas.

Hal ini terjadi disebabkan karena tubuh mengalami dampak pergantian sel-sel tubuh dengan cara yang baru. Pola seperti ini akan berbeda-beda di setiap orang, ada yang bisa menyesuakan dengan cepat ada juga yang butuh waktu lebih lama.

Dengan demikian jika kamu ingin menjalani diet ketofastosis, sebaiknya minta saran kesehatan dari dokter untuk memastikan apakah kamu bisa menjalankannya atau tidak bisa.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Orangtua Perlu Tahu, Ini Cara Agar Anak Tak Stress Hadapi Pandemi

Orangtua Perlu Tahu, Ini Cara Mencegah Gigi Berlubang pada Anak

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar