Uang Panaik Tinggi dan Hubungan Kerabat Jadi Faktor Nikah Dini di Bantaeng

Pernikahan anak dibawah umur kembali terulang di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.

Terkini.id,Bantaeng – Pernikahan dini di Kabupaten Bantaeng yang kembali heboh dipublik  mengundang banyak tanya sejumlah pihak.

Termasuk masalah uang panaik atau mahar yang diberikan sang mempelai pria.

Beredar kabar bahwa sang mempelai memberi uang belanja atau uang panaik sekitar 56.500.000 rupiah kepada sang mempelai wanita.

Pernikahan mereka pun tidak didaftarkan di KUA sehinga yang menikahkan adalah ayah kandung dari mempelai wanita.

Penyuluh fungsional KUA Kecamatan Uluere Ustadz Muh.Sukri mengatakan bahwa besarnya uang panaik menjadi faktor yang menggiurkan dan juga masih kentalnya hubungan kekerabatan.

Apalagi diketahui kedua orang tua anak ini masih ada hubungan darah.

“Orang sini rata-rata tergiur mahar tinggi. Mereka jalla appa’bunting (bangga menikahkan),”ujarnya.
Pernikahan antara R (13) dan M(17) berlangsung pada Kamis malam 30 Agustus 2018 lalu.

R merupakan warga Lannying, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Bantaeng. Sementara pasangannya, M warga Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Bantaeng. Laki-laki baru saja tamat Sekolah Dasar (SD), sementara perempuannya baru duduk di kelas dua SMK.

Berita Terkait