Uang Rusak Dimakan Rayap? Ini Ketentuan Ganti Uang Baru di BI

Terkini.id, Jakarta – Postingan seorang warga bernama Putri Buddin tentang uangnya yang rusak baru-baru ini menjadi viral di media sosial.

Putri bercerita, dia memberikan uang kepada neneknya, namun neneknya itu menolak.

Akhirnya, uang tersebut dia simpan di lemari kayu. Nilainya sekitar Rp 3 juta.

“Aku bilang ke nenek ‘kalau nenek mau ambil, ambil aja di sini’,” ujarnya seperti dilansir dari detikcom.

Putri mengira, neneknya menggunakan uang tersebut. Namun, setelah neneknya meninggal setahun lalu, dia mencoba membuka lemari kayu tersebut pada 17 Agustus untuk mencari baju.

Dia terkejut karena banyak rayap. Ternyata, uang tersebut masih ada, bahkan bertambah banyak karena neneknya juga menyimpan uang di lemari itu.

“Totalnya aku taksir sekitar Rp 10 juta, tapi sudah banyak yang sangat rusak,” katanya.

Uang yang rusak tersebut pun dia bawa ke Bank Indonesia (BI), dan ternyata tidak semua bisa ditukar dengan uang baru.

Dari sekitar Rp 10 juta, Putri cuma bisa menyelamatkan Rp 5,4 juta lantaran sebagiannya sudah dalam kondisi sangat rusak.

Syarat Mengganti Uang yang Rusak

Nah, bagaimana ketentuan dari BI terkait penggantian uang rusak?

Dikutip dari resmi BI, Selasa BI dan pihak yang disetujui oleh BI memberikan penggantian uang rusak dengan ketentuan, apabila uang itu dapat dikenali ciri-ciri keasliannya dan memenuhi kriteria penggantian uang rusak.

Lalu, bank wajib menukar uang rusak tersebut dengan uang layak edar sejumlah uang rusak yang ditukarkan.

Lalu, apabila ciri-ciri keasliannya sulit diketahui, penukar wajib mengisi formulir permintaan penelitian uang rusak untuk penelitian selanjutnya.

Uang rusak yang ciri-ciri keasliannya sulit dikenali dapat dikirimkan dalam kemasan yang layak ke BI. Hasil penelitian dan besarnya penggantian akan diberitahukan pada kesempatan pertama.

Kriteria Uang Rusak yang Bisa Diganti

Adapun kriteria uang rusak yang diberi ganti sesuai nominal antara lain:

Pertama, fisik uang rusak lebih dua per tiga (2/3) ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya.

Kedua, uang rusak masih merupakan kesatuan dengan atau tanpa nomor seri lengkap dan ukurannya 2/3 ukuran aslinya. Serta, ciri uang dapat dikenali keasliannya.

Ketiga, uang rusak tidak merupakan satu kesatuan tapi terbagi paling banyak dua bagian terpisah. Kedua nomor seri pada uang tersebut lengkap dan sama. Serta, ukurannya 2/3 ukuran aslinya dan dikenali ciri keasliannya.

BI tidak memberikan penggantian kerusakan jika fisik kertas kurang dari 2/3 ukuran aslinya. Lalu, uang kertas rusak tidak merupakan satu kesatuan dan terbagi paling banyak dua bagian, nomor serinya berbeda.

“Bank Indonesia tidak memberikan penggantian atas uang rusak apabila menurut pertimbangan Bank Indonesia kerusakan uang tersebut diduga dilakukan secara sengaja atau dilakukan secara sengaja,” bunyi keterangan BI.

Komentar

Rekomendasi

Stasiun TV di Arab Saudi Ini Bongkar Kebohongan Presiden Erdogan Soal Palestina

Viral Atap Mall Malioboro Yogyakarta Mendadak Ambruk, Nyaris Kena Pengunjung

Lagi, Beredar Foto Warga Jadikan Jalanan Kompleks Jadi Garasi Mobil

Sah, Putra Jokowi Gibran Rakabuming Resmi Dilantik Jadi Anggota Banser

Berhenti Kerja dan Jual Semua Harta, Pria Ini Traveling Bareng Kucing Kesayangannya

Bikin Merinding, Makhluk Menyeramkan di Rumah Sakit Kendari Tertangkap Kamera

Gempar di Timur Tengah, Penulis Buku La Tahzan Sebut Presiden Erdogan Penipu

Kisah WNI di Wuhan: Sempat Bermalam di Stasiun Kereta Tersibuk

Wabah Corona, Pemerintah akan Evakuasi WNI ABK World Dream ke Pulau ini

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar