Uang Wisuda Naik, Mahasiswa UKI Konferensi Pers Tuntut Transparansi Anggaran

Terkini.id, Makassar – Pimpinan Rektor UKI Paulus mendapat kecaman dari mahasiswanya, hingga dilaporkan ke Ombudsman karena menaikkan biaya wisuda.

Pasalnya, mahasiswa menuntut keterbukaan transparansi anggaran terkait kenaikan biaya wisuda.

Sebelum melapor ke Ombudsman, petinggi lembaga sudah melakukan mediasi, hanya saja tidak mendapat titik terang dari pihak birokrasi kampus.

Baca Juga: Alumni UKIP Makassar Kecam SK DO 28 Mahasiswa dan Siap...

“Informasi yang kami dapat mengenai rincian dana wisuda tidak jelas. Karena yang keluar di pengumuman dan di blanko itu berbeda,” jelas Dicky selaku ketua BEM Fakultas Informatika dan Komputer, Sabtu, 23 Maret 2019.

Biaya wisuda tahun sebelumnya, kata dia, cuma sebesar Rp 2,75 juta, mengalami peningkatan sekitar Rp 250 ribu ini.

Baca Juga: Biaya Sarjana Mahal, Mahasiswa di Makassar Ngadu ke Ombudsman

Dicky menilai keputusan tersebut memberatkan wisudawan.

“Hal ini tidak mempertimbangkan data kuisioner online karena ada 434 responden, namun ada 421 orang yang menyatakan keberatan,” terangnya.

Senada dengan itu, Novi selaku wisudawan berpandangan, pihak kampus gagal melihat kemampuan dan latar belakang setiap calon wisudawan yang berbeda.

Baca Juga: Biaya Sarjana Mahal, Mahasiswa di Makassar Ngadu ke Ombudsman

Dia mengatakan harusnya pihak kampus mempertimbangkan persoalan tersebut.

“Bukan hanya melihat dari sisi pencapaian kepentingan kampus saja. Biaya-biaya yang dibutuhkan harusnya menampilkan rincian yang jelas supaya kami (wisudawan) juga tahu bagaimana sebenarnya pengelolaan biaya wisuda di UKI Paulus,” kata Novy selaku wisudawan.

Sampai saat ini, mediasi terakhir yang menjadi tuntutan terkait transparansi dana ternyata juga belum juga dipublikasikan oleh pihak birokrasi.

“Mediasi terakhir hanya sebatas kesepakatan antara WR 3 yang akan menyampaikan aspirasi kami agar LPJ panitia nantinya bisa diperlihatkan kepada kami” jelas Dedi selaku ketua BEM-Fakultas Teknik.

Dedi mengatakan terdapat kejanggalan mengenai informasi blanko, informasi tersebut berbeda secara rincian.

Sebelumnya telah terbit pernyataan rektor bahwa uang wisuda telah selesai, namun hal itu ditanggapi berbeda dengan teman-teman lembaga.

“Pembahasan biaya wisuda belum selesai, melihat pernyataan rektor itu sangat tidak masuk akal, sementara dalam kampus sendiri kami mahasiswa madih saja mempertanyakan rincian uang wisuda” ujar Gie selaku ketua BEM Fakultas Ekonomi.

Sampai sejauh ini, petinggi lembaga UKI Paulus masih menuntut keterbukaan biaya wisuda, menurutnya persoalan transparansi sudah diatur dalam UU PT nomor 12 tahun 2012 pasal 63 ayat b.

Jumlah wisudawan UKI Paulus tahun ini yang ketahui sebanyak 405 mahasiswa dari semua jurusan yang ada.

Bagikan