Unhas Gelar Konferensi Internasional Bahas Upaya Hukum Permasalahan Covid-19

Unhas Gelas Konferensi Internasional Bahas Upaya Hukum Permasalahan Covid-19
Unhas Gelas Konferensi Internasional Bahas Upaya Hukum Permasalahan Covid-19

Terkini.id, Makassar – Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Hukum menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk “The 2nd International Conference on Trade, Business, Human Rights and Globalization”. 

Konferensi tersebut mengusung tema “Legal Problems in Covid-19 Outbreaks and its Solution”. 

Acara dimulai pukul 08.00 Wita secara luring terbatas dengan penerapan protokol Covid-19 di Baruga Baharuddin Lopa, FH Unhas. Acara ini terhubung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Rabu 11 November 2020.

Turut hadir sebagai keynote speaker Dr Iur Damos Dumoll Agusman, SH selaku Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. 

Pembicara lain adalah Prof. Hanim Kamaruddin, Ph.D selaku Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Topo Santoso, S.H., M.H., Ph.D dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Eddy Q.S. Hiariej, S.H., M.Hum dari Universitas Gadjah Mada, Imelda Deinla, Ph.D dari Australian National University, Prof. Dr. Surya Deva dari City University of Hongkong, Dr. Khanyisela Maya dari UIster University dan Prof. Dr. Juajir Sumardi, S.H., M.H. dari Universitas Hasanuddin.

Menarik untuk Anda:

Mengawali konferensi tersebut, Dr. Winner Sitorus, S.H., M.H., LL.M menjelaskan perkembangan konseptual dan kontekstual perdagangan, bisnis, hak asasi manusia maupun globalisasi mengalami perubahan signifikan akibat pandemi Covid-19. 

Hal ini juga berpengaruh pada masalah hukum. Untuk itulah, panitia penyelenggara mengangkat topik ini.

“Kami telah menyeleksi 100 paper yang akan dipresentasikan selama konferensi.  Paper-paper ini akan dipublikasikan pada jurnal atau prosiding terindeks Scopus. Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan pimpinan universitas dan fakultas terhadap kegiatan ini,” jelas Winner.

Kegiatan resmi dibuka oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA.  Dalam sambutannya, Prof Dwia mengapresiasi konferensi yang spesifik mengangkat topik terkait Covid-19, yang memang sedang menjadi pusat perhatian. 

“Kita sering membahas isu Covid-19 dari perspektif ilmu-ilmu medis dan kesehatan. Namun jarang yang membahas dari perspektif Ilmu Hukum,”bebernya. 

“Apalagi ini berkaitan dengan isu perdagangan, bisnis, dan hak asasi manusia yang merupakan isu global. Saya percaya, konferensi ini akan sangat menarik,” sambung Prof Dwia.

Sementara Dr. Iur. Damos Dumoll Agusman, SH., sebagai keynote speaker menyampaikan implementasi perjanjian perdagangan dalam situasi pandemi Covid-19.  

Ia juga memaparkan bentuk kerja sama dalam upaya pemulihan ekonomi, dan diplomasi ekonomi Indonesia sebagai bentuk implementasi dari perjanjian perdagangan.

“Dalam upaya pemulihan pandemi, berbagai langkah strategis dilakukan oleh pemerintah, seperti memperkuat kemandirian nasonal melalui hubungan kerja sama dan kesepakatan ekonomi, hingga pada upaya peningkatan kemandirian nasioanl dalam industri kesehatan,” kata Agusman.

Dari sisi perdagangan dan ekonomi, pemerintah memaksimalkan kemitraan, memberikan kesepakatan perdagangan yang produktif melalui akses pasar yang lebih luas untuk barang, jasa dan investasi luar negeri sekaligus mendorong Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi asing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi. Salah satu narasumber Prof. Dr. Juajir Sumardi, S.H., M.H., menyampaikan materi terkait “State Sovereignty in International Contract on Oil and Gas Management: An Overview of Indonesia Practice”. 

Beliau menyimpulkan dalam materinya, pengelolaan migas memiliki nilai dan kontribusi tinggi untuk kemakmuran rakyat. Olehnya itu, pengelolaan migas harus dikuasai oleh negara. 

Dalam kontrak internasional tentang pengelolaan migas tidak bisa menghilangkan keberadaan kedaulatan energi yang dimiliki oleh masing-masing negara. 

Dengan demikian, posisi kedaulatan energi suatu negara atas kontrak internasional bersifat permanen. Hal ini diperkuat dengan pengakuan hukum internasional atas asas kedaulatan tetap atas sumber daya alam.

Setelah pemaparan materi, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga esok hari, Kamis 12 November 2020 besok dengan agenda pemaparan paper dari para peserta.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bahas Kepemimpinan Generasi Milenial, HMJ Komunikasi UINAM Gelar Diskusi Publik

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, BEM Unsa Makassar Gelar Bazar Penggalangan Dana Mubes

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar