Universitas Kebangsaan Malaysia, Setengah Abad Perguruan Tinggi untuk Memartabatkan Bahasa Melayu

Universitas Kebangsaan Malaysia, Setengah Abad Perguruan Tinggi untuk Memartabatkan Bahasa Melayu
Logo 50 Tahun UKM (Koleksi Universiti Kebangsaan Malaysia)

Ismail Suardi Wekke
Alumni Fakultas Pendidikan
Universitas Kebangsaan Malaysia

Terkini.id, Makassar – Mei 2020 ini menjadi setengah abad kelimapuluh Universitas Kebangsaan Malaysia. Didirikan tepat 18 Mei 1970.

Lima puluh tahun lalu, melalui kebijakan Perdana Mentri Tun Razak, kini menjadi salah satu nama jalan di perbatasan Makassar dan Gowa, Universitas Kebangsaan Malaysia didirikan dengan tujuan utama memartabatkan bahasa Melayu.

Kebijakan Perdana Mentri yang disebut Penyata Razak yang mengamantkan untuk menjalankan Pendidikan Malaysia dengan berbahasa Melayu. Tidak lagi sepenuhnya dalam penggunaan Bahasa Inggris yang merupakan warisan penjajahan.

Di masa itu, Bahasa Melayu belum menjadi bahasa ilmu pengetahuan. Malaysia yang baru merdeka tak lebih dari tiga belas tahun, Pendidikan tinggi belum dijalankan dengan Bahasa Melayu. Bahasa lain masih mendominasi pendidikan tinggi.

Menarik untuk Anda:

Universiti Malaya yang sudah dikelola sepenuhnya pemerintah Malaysia yang merupakan kelanjutan dari perguruan tinggi di zaman penjajahan Inggris, bahkan menjadi perguruan tinggi ternama. Sekaligus menjadi pilihan utama saat itu.

Maka, diusulkanlah pendirian Universitas Kebangsaan Malaysia dengan tujuan untuk menguasai ilmu dan teknologi sekaligus pada saat yang sama tidak perlu meninggalkan bahasa ibu.

Dengan usia negara yang baru saja merdeka, seumuran anak sekolah menengah. Bukan sesuatu yang mudah, bahkan bisajadi adalah usaha yang mustahil.

Namun, usaha itu terbukti dapat diwujudkan. Cita-cita yang menjadi hasrat dan tekad utama kini dapat bersanding di dunia global. Tak kurang dari 200,000 pelajar asing yang kini menuntut ilmu di Malaysia, termasuk di dalamnya Universitas Kebangsaan Malaysia.

Pembelajaran sepenuhnya menggunakan Bahasa Melayu. Untuk penulisan tesis atau disertasi dalam Bahasa selain Bahasa Melayu harus mendapatkan persetujuan senat universitas.

Dengan Bahasa Melayu pula ditunjukkan bahwa jurnal-jurnal yang dikelola dan diterbitkan Penerbit UKM juga mendapat pengakuan global dengan indeks yang bereputasi. Termasuk buku yang diterbitkan Penerbit UKM juga diindeks oleh pengindeks global.

Satu hal lagi, mengelola perguruan tinggi bukanlah pekerjaan sekelompok kecil orang saja. Di awal pendirian UKM, Malaysia mengundang pakar dari pelbagai negara termasuk Indonesia. Termasuk salah satu pengusaha yang menyumbang untuk pendirian awal UKM berasal dari Jakarta.

Salah satu putra terbaik Sulawesi Selatan dan juga Indonesia, alluyarham Prof. Dr. Ahmad Amiruddin Pabittei. 1970-1973, Ahmad Amiruddin sebelum menjadi gubernur Sulawesi Selatan ditugaskan oleh Institut Teknologi Bandung untuk menjadi dosen di UKM.

Sepuluh tahun sepulang dari UKM, Ahmad Amiruddin dilantik menjadi gubernur Sulawesi Selatan. Setelah menyelesaikan tugas sebagai Rektor Universitas Hasanuddin.

Ini dapat saya maknai bahwa mengelola perguruan tinggi sesungguhnya adalah wujud kolaborasi. Tanpa itu, akselerasi untuk mewujudkan cita-cita pendirian perguruan tinggi akan lambat terwujud. Bahkan, bisajadi terhalang dan kehilangan arah untuk sampai ke sana.

Selamat atas limapuluh tahun Universitas Kebangsaan Malaysia. UKM menjadi almamater global. Tidak lagi warga Malaysia saja, tetapi lebih dari 100 negara yang warganya menyelesaikan Pendidikan di sana. Walaupun dengan kewajiban menyelesaikan mata kuliah Bahasa Melayu untuk Keperluan Akademik.

Ini menjadi tanda bahwa bahasa bukanlah tolok ukur dan alat yang menjadi variabel dalam mencapai pemahaman keilmuan. Justru dengan bahasa kebangsaan sendiri, tujuan itu juga dapat dicapai.

Terakhir, Pendidikan tidaklah mengandaikan nasionalisme yang sempit. Sebab ilmu justru menjadi perekat bagi warga yang berbeda bangsa. Tujuan ilmu hanya satu, berusaha mencapai kecerdasan. Itu juga termaktub dalam cita-cita pendirian bangsa kita, “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Astra Motor Makassar Bagi Sembako untuk Warga Kecamatan Kendari

Cara Unik Dokter di Makassar Cukur Rambut di Tengah Pandemi Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar