UPT PLUT Sulsel Gandeng UIT Makassar Kembangkan Kewirausahaan

UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan dmenggandeng Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar menjalin sinergi melalui penandatanganan nota kesapahaman (MoU), Rabu 27 Maret 2019 di Rektorat UIT Makassar,Jl Rappocini Raya Makassar.

Terkini.id,Makassar – UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan dmenggandeng Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar menjalin sinergi melalui penandatanganan nota kesapahaman (MoU), Rabu 27 Maret 2019 di Rektorat UIT Makassar,Jalan Rappocini Raya Makassar.

Penandatanganan MoU dilakukan Dr. A Maryam S.ST,. SKM,. M.Kes selaku Rektor Universitas Indonesia Timur dan Dra.Hj.Andi Diah,MM selaku kepala UPT PLUT Sulawesi Selatan. Dalam penandatanganan MoU ini hadir  pula Wakil Rektor  II UIT, Hj. Lismayana,S.Sos.,M.Si, Wakil Rektor  III UIT, Muhammad Khaerul Nur, S. Farm, M.Kes, Wakil Rektor  IV, Zulkarnain Hamson, S.Sos.,M.Si dan pejabat UIT lainnya. Dari UPT PLUT Sulsel hadir koordinator konsultan, Bahrul ulum, Konsultan Kerjasama, Muh. Saleh dan konsultan bidang IT, Ahyar Muawwal.

Penandatanganan MoU bertujuan untuk meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan dalam bidang pengembangan sumberdaya manusia ( SDM ) mahasiswa dalam pengembangan kewirausahaan, juga terbangunnya jejaring yang dapat meningkatkan layanan usaha bagi calon wirausaha muda baik dalam organisasi Pusat Layanan Usaha terpadu ( PLUT ) KUMKM maupun civitas akademika UIT Makassar.

Rektor UIT Makassar, Dr. A Maryam S.ST,. SKM,. M.Kes mengatakan, melalui MoU dengan PLUT diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di UIT, dan degera di tindaklanjuti untuk pendampingan kewirausahaan mahasiswa.

“Kami terus berbenah memajukan UIT dengan core value kampus UIT yaitu Usefull, Innovation dan Trust,”katanya.

Kepala UPT PLUT Sulsel, Andi Diah mengatakan, MoU ini merupakan wujud nyata peran-peran PLUT KUMKM dalam penciptaan wirausaha muda kreatif. Kedepannya diharapkan dapat memacu daya saing,utamanya implementasi konsep sinergi antara akademisi, pengusaha dan pemerintah (triple helix) sebagai kata kunci dalam mewujudkan inovasi dalam perekonomian berbasis pengetahuan, tambahnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini