Usai Pemilihan, Nurdin Abdullah Tempel Presiden Jokowi di Acara Ini

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang bersama Prof Nurdin Abdullah saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-11 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Banten, Jumat 6 Juli 2018
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang bersama Prof Nurdin Abdullah saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-11 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Banten, Jumat 6 Juli 2018

Terkini.id, Banten – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang bersama Prof Nurdin Abdullah saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-11 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Banten.

Ini adalah pertemuan setelah Nurdin Abdullah disebut menang dalam perhitungan cepat pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Jokowi mengingatkan kepada para bupati, para kepala dinas, bahwa , sudah tidak zamannya lagi yang namanya mengurus izin itu berminggu-minggu, berbulan-bulan, apalagi bertahun-tahun.

“Apa gunanya sistem online yang ada kalau mengurus izin masih lebih dari sebulan. Investor mana yang mau datang ke sebuah daerah kalau keadaan seperti sekarang ini masih kita terus-teruskan,” kata Presiden Jokowi, Jumat 6 Juli 2018.

Presiden menjelaskan, bahwa pemerintah pusat telah membuat Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) yang dalam minggu-minggu ini akan diluncurkan.

Menarik untuk Anda:

“Nanti akan bisa di-trace, dari mulai pemerintah pusat, provinsi, sampai kabupaten/kota, bisa usut semuanya, di mana yang terhambat, kenapa terhambat,” jelas Presiden.

Ditegaskan Presiden, zamannya sekarang ini adalah zaman serba cepat. Sekarang bukan lagi negara besar mengalahkan negara kecil atau negara kuat mengalahkan negara lemah. Tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lamban. Negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat.

“Kuncinya di situ, kecepatan. Kecepatan bertindak dan kecepatan melayani. Pola pikir seperti itu harus kita miliki. Tanpa pola pikir seperti itu, jangan berani berbicara lagi mengenai daya saing,” ujar Presiden.

Pekerjaan Besar

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Angka kemiskinan, meskipun dari tahun ke tahun bisa diturunkan, tetapi menurut Presiden masih pada posisi yang tinggi.

“Tahun 2015 pada angka 11,13. Tahun 2016 pada angka 10,7. Tahun 2017 kemarin pada angka 10,12. Dan kita harapkan tahun ini angkanya turun menjadi 1 digit,” tegas Presiden.

Angka pengangguran juga turun dari tahun ke tahun. Tahun 2015 pada angka 7,56 sementara  pada Februari 2018 sudah berada pada angka 6,87. “Ini masih pekerjaan besar kita bersama,” ucap Presiden.

Presiden menegaskan, bahwa semuanya, kuncinya kalau ingin pertumbuhan ekonomi baik itu hanya 2 (dua) sekarang ini, yaitu investasi dan ekspor.

Investasi itu, lanjut Presiden, akan datang kalau kita melayani para investor dengan baik, kecepatan perizinan kita bisa diberikan kepada investor. Ekspor apalagi.

Karena itu, kalau ada investasi yang orientasinya ekspor, Presiden langsung berikan (izin) detik itu juga, karena ini akan memperbaiki neraca perdagangan yang sekarang ini masih defisit, lebih banyak impornya daripada ekspornya.

“Ini yang harus kita perbaiki bersama-sama. Antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bekerja bersama-sama,” tutur Jokowi.

Tampak hadir dalam acara pembukaan itu antara lain Mendagri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Komunitas Skateboard Mantap Dukung NIVI di Pilkada Tana Toraja

Siang Ini, 5000 Mahasiswa Bakal Demo 1 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar