Ustadz Yusuf Mansur Dinyatakan Tidak Bersalah Dalam Kasus Tabung Tanah, Wirda Mansur: Menang, Alhamdulillah

Terkini.id, Jakarta – Wirda Mansur selaku putri kandung dari Ustadz Yusuf Mansur menyatakan kegembiraannya setelah Ayahnya memenangkan kasus tabung tanah.

Ustadz Yusuf Mansur diketahui telah dilaporkan oleh Sri Sukarsi dan Marsiti terkait perbuatan melawan hukum berupa pengumpulan dana yang tidak sah.

Lebih lanjut lagi, Wirda Mansur dalam akun Instagramnya, @wirda_mansur, ia mengunggah ungkapan bahagia dan bangga terhadap sang Ayah (Ustadz Yusuf Mansur) yang selalu berbesar hati atas masalah yang sedang dihadapinya.

Baca Juga: Ustadz Yusuf Mansur Ingin Buat Pesantren Fashion Week, Warganet Takut...

“Menang. Alhamdulillah wa syukurillah,” tulis Wirda Mansur, dikutip dari detikcom, Jumat 24 Juni 2022.

“Inilah ayahku, nggak pernah ‘ga nerima’ dan selaluuu aja berbesar hati, wis, Allah sebaik-baiknya pelindung, penolong, pengampun, dan pemberi rahmat,” lanjut Wirda Mansur.

Baca Juga: Ustadz Yusuf Mansur Berencana Buat Pesantren Fashion Week Mirip CFW

Sebagai informasi, berdasarkan gugatan nomor 1366/Pdt.G/2021/PN Tng, Ustadz Yusuf Mansur diduga telah mengumpulkan dana yang tidak sah.

Ustadz Yusuf Mansur diduga mengumpulkan dana yang tidak sah dari program tabung tanah.

Ustadz Yusuf Mansur kemudian diminta untuk membayar kerugian Sri Sukarsih dan Marsiti senilai Rp337.960.000.

Baca Juga: Ustadz Yusuf Mansur Berencana Buat Pesantren Fashion Week Mirip CFW

Tidak hanya Wirda Mansur yang meluapkan rasa bahagianya karena telah menjadi pemenang dalam kasus tabung tanah ini.

Sang Ayah yang diketahui sedang melakukan pelesiran di negara Timur Tengah juga menyiratkan rasa kegembiraannya lewat akun Instagram pribadinya @yusufmansurnew.

“Alhamdulillah. dengan izin Allah, gugatan di Pengadilan Negeri Tangerang, atas saya, ditolak. Dan make Falsafah Jawa aja… ‘Menang tanpa ngasorake.’ Menang tanpa bersorak sorai. Sbb kemenangan utama itu diampuni Allah, dimaafin, dirahmati, dan dikasih bersaudara dengan semua yang membenci, mencari gara-gara, mencari-cari kesalahan, mencari-cari aib dan keburukan, dan membuat narasi2 kayak apaan tau,” ucap Ustadz Yusuf Mansur.

Bagikan