Tiga Muncikari di Pinrang Terjerat UU Perdagangan Orang

Terkini.id, Pinrang – Tiga Muncikari di Pinrang Terjerat UU Perdagangan Orang berbeda yaitu Undang-undang Perlindungan anak dan  perdagangan orang atau human trafficing.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pinrang AKP Dharma Negara mengatakan ketiga muncikari itu inisial AS, BA dan B telah ditangkap dengan dugaan menjual perempuan dan akan bawah umur ke pria hidung belang.

“Dua ancaman yang disangkakan dengan hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 600 juta,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat 27 Desember 2019.

Berdasarkan aturan, tindakan ketiga muncikari ini diduga melanggar Undang Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Perdagangan Orang. Selain itu, mereka juga dikenakan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Mungkin Anda menyukai ini:

Berdasarkan interogasi yang dilakukan pihak kepolisian dan pengakuan terduga pelaku membeberkan jumlah perempuan yang diperdagangkan ke pria hidung belang dan terungkap mereka sudah beraksi hampir setahun lamanya.

Baca Juga: Tak Hanya Menjual, Seorang Suami di Semarang Membunuh Istrinya di...

“Berdasarkan pengakuannya, mereka memiliki 15 perempuan bahkan diantaranya terdapat anak bawah umur,” tambahnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, selain berhasil mengamankan tiga muncikari, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya yakni uang tunai, screenshoot obrolan transaksi dan sebuah sepeda motor.

Menurut AKP Dharma Praditya Negara, para tersangka dalam beraksi terbilang sangat rapi. Bahkan, mereka tidak gampang mempercayai pemesannya tanpa mengetahui identitas sang pemesan.

Baca Juga: Polres Sinjai Ungkap Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang

“Mereka kirim foto dulu ke pemesan, ketika harga sudah deal, selanjutnya mucikari bersama perempuan yang dipesan datang ke wisma atau hotel,” kata Dharma.

Bagikan