Viral Bayi Kena Penyakit Kulit karena Disentuh Banyak Orang, Benarkah?

Terkini.id, Jakarta – Media sosial baru-baru ini diramaikan kisah bayi yang bagian badannya khusunya pipi mengalami iritasi.

Penyebabnya, karena bayi berusia enam bulan tersebut untuk pertama kali dibawa keluar ke kondangan.

Bayinya pun disebutkan mengalami penyakit kulit karena mengalami kontak fisik dengan banyak tamu undangan yang hadir.

Para kondangan yang datang dan merasa gemas, mencium, mencolek hingga mencubit pipinya.

Kisah bayi bernisial R tersebut diungkapkan akun orang tuanya, @papeeryuzio.

Dia menceritakan setelah menghadiri kondangan tersebut, pipi bayi gatal dan mulai memerah.

Kemudian Pipi R terus berair dan mengeluarkan darah. #”Itu pipi kayak abis kena knalpot, dagingnya keliatan, berdarah terus, berair terus,” tulis @papeeryuzio.

Akhirnya @papeeryuzio dan istrinya memutuskan untuk membawa R ke dokter spesialis kulit.

Ia mengatakan R didiagnosis menderita dermatitis atopik yang cukup parah dan tak bisa disembuhkan.

Apa Itu Dermatitis Atopik?

Akun @dokterkulitkucom menanggapi postingan yang viral tersebut, dengan mengulas penyakit eksim atopik.

“Mari diperjelas ya, biar ga jadi sesat. Karena apa yang viral belum tentu benar,” tulis @dokterkulitkucom di Insta Stories.

Salah satu hal penting yang ditegaskan @dokterkulitkucom adalah sikap orang tua yang terlalu menjaga kebersihan anaknya berlebihan.

Padahal, sistem pertahanan atau sistem imun tubuh itu juga harus dilatih untuk melawan penyakit.

Terlalu menjaga kebersihan bayi, menurut akun tersebut, dapat menyebabkan sistem pertahanan tubuh bayi kesulitan mengenali hal-hal penyebab alergi.

@dokterkulitkucom pun menentang tindakan orang tua yang terlalu menjaga bayinya berada dalam kondisi super bersih.

Hal itu yang bisa membuat kulit bayi mudah merasa ‘kaget’.

Aksim atopik terjadi karena sistem pertahanan tubuhnya tidak sempurna.

Sehingga bereaksi berlebihan terhadap hal yang mungkin tak menjadi masalah bagi orang lain.

Sistem pertahanan tubuh bayi yang terlalu dijaga kebersihannya akan menjadi sensitif.

Misal menjadi mudah gatal hanya dengan terkena debu atau keringat.

Ibarat tentara yang bertugas menjaga tubuh, sistem kekebalan tubuh harus diberi banyak latihan, termasuk membiasakan diri berhadapan dengan sesuatu yang kotor.

@dokterkulitkucom pun membandingkan bayi tersebut dengan bayi lain yang sering main di tempat kotor tetapi tak memiliki alergi.

Sebab sistem kekebalan tubuhnya telah terlatih dengan baik.

Membiarkan anak bermain di tempat kotor mungkin memicu beberapa permasalahan seperti cacingan, bisul atau koreng.

Tetapi @dokterkulitkucom menilai permasalahan tersebut tak lebih buruk dari eksim atopik.

Sebab cacingan, bisul dan koreng dapat disembuhkan dengan mudah dalam waktu yang singkat, berbeda dengan eksim atopik yang tak dapat disembuhkan.

@dokterkulitkucom pun menyoroti keluhan @papeeryuzio setelah mengobatkan bayinya yang menghabiskan jutaan rupiah.

Membiarkan anak bermain kotor dan terkena penyakit ringan seperti cacingan, koreng dan bisul tentu akan menghabiskan lebih sedikit dana daripada anak yang mengalami eksim atopik.

Namun, @dokterkulitkucom juga menegaskan bahwa terlalu membiarkan anak bermain kotor juga tak menjamin anak itu terbebas dari eksim atopik.

Namun, terlalu menjaga kebersihan anak juga bukanlah tindakan yang baik.

Berita Terkait
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
[tdcn-comments title="Komentar" post_id="153614" get="20" border="true" auto_load="true" order="ASC"]
Terkini