Viral berita pernikahan dini, Pemkab Bantaeng menjawab

Pemerintah Kabupaten Bantaeng melakukan konferensi pers

Terkini.id,Bantaeng – Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng melakukan konferensi pers terkait pernikahan dini yang lagi viral di Bantaeng berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati Bantaeng Senin 16 April 2018.

Dalam konferensi pers ini sejumlah pihak hadir diantaranya adalah, Plt Bupati Bantaeng Muh.Yasin, Kabid PPPA Syamsuniar Malik, Kabid Hukum dan Ham Muh.Rivai Nur, Plt Ketua Pengadilan Pengadilan Agama Ruslan Saleh, Kepala Kemenag Muh.Yunus dan Camat  Bantaeng, Kadis Pendidikan.

Dalam konferensi pers tersebut Kepala Kemenag Bantaeng Muhammad Yunus mengatakan bahwa sebelumnya kedua sejoli tersebut awalnya ditolak karena persoalan umur yang belum cukup namun karena masih ada jalur lain yakni dengan mengajukan permohonan ke Pengadilan Agama.

“Sebelumnya kita sudah tolak dan kami keluarkan formulir penolakan nikah dan akhirnya keluarga pasangan ini menempuh jalur ke pengadilan agama,”jelasnya.

Sementara itu, Plt Ketua Pengadilan Agama mengatakan pemberian dispensasi kepada kedua sejoli ini terpaksa diberikan setelah melalui pertimbangan pertimbangan yang matang dan sudah melakukan diskusi dengan pasangan remaja ini dengan kedua belah pihak.

Baca :Ini jumlah pernikahan dini di Barru dalam setahun, ada yang hamil

“Yang pastinya kita sudah lakukan pertimbangan pertimbangan sebelum mengeluarkan dispensasi,karena tanggung jawab kami bukan kepada pemerintah, kepada masyarakat tapi kepada Tuhan,siapa yang mau tanggung jawab kalau nantinya mereka berbuat zina misalnya”,jelasnya.

Plt Ketua pengadilan agama Bantaeng Ruslan Saleh mengaku pemberian dispensasi kawin sudah sesuai regulasi dan tidak ada masalah.

Sementara Kabid PPPA  Bantaeng Syamsuniar mengaku sangat prihatin dengan kejadian ini apalagi beritanya telah sangat viral dimedia.

“Setiap hari bahkan setiap jam kami dapat telpon terkait dari kementrian dari provinsi terkait kasus ini dan kami sudah beri penjelasan”, jelasnya.

Syamsuniar juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pendampingan terhadap anak tersebut.