Viral Diduga Tidak Punya Biaya, Pasien Korban Kecelakaan di Jeneponto Meninggal

Almarhum Aldo saat berada di RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto

Terkini.id,JenepontoViral di media sosial korban kecelakaan di jalan M Ali Gassing, kampung La’buaya Kelurahan Balang Toa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, Selasa,13 Agustus 2019 kemarin dikabarkan meninggal dunia di RSUD Lanto Daeng Pasewang.

Aldo Saputra yang merupakan siswa SMP Negari  3 Binamu, seorang warga Kassi-Kassi Kelurahan Monro-Monro meninggal dunia setelah mengalami luka parah pada bagian kepala.

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Almarhum sempat dikabarkan akan dirujuk ke salah satu rumah sakit di Makassar, namun dikabarkan tidak jadi dirujuk dikarenakan almarhum tidak memiliki BPJS dan biaya.

Hal itupun menjadi bahan perbincangan netizen di media sosial setelah pemilik akun Facebook Afrisya Thallock mengunggah status rasa prihatin terhadap kakaknya karena harus menyediakan uang sebanyak Rp20 juta bila korban mau dirujuk.

“Ya Allah dimanami itu ambil uang kakakku 20 juta ini malam, adapi bede uangnya baru bisa dirujuk turun ke Makassar anaknya untuk ditindaklanjuti. Kalau tidak ada padahal penjual kue saja. Jadi saya bilang rujuk saja dulu supaya bisa ditangani lebih cepat. Ya Allah semoga tidak terjadi apa-apa terhadap keponakan dan cepat dapat uang,” tulis Afrisya Thallock dalam unggahannya.

Sejumlah netizen berkomentar atas keprihatinannya terhadap almarhum yang tidak dirujuk ke salah satu rumah sakit di Makassar karena diduga tidak memiliki uang sebanyak Rp20 juta.

Pemilik akun Facebook Ny Andi Tenri Tenri yang memberikan semangat untuk selalu berdoa agar diberi jalan keluar,” berdoaki adek supaya ada jalan keluarnya,” tulis Andi Tenri Tenri dalam komentarnya.

Afrisya Thallock pun mengatakan dalam balasan komentarnya, yang mengatakan harus sediakan uang baru dirujuk.

“Harus sediakan uang malam ini kalau tidak ada BPJSnya tidak ditangani atau dirujuk ke Makassar,”  kata Afrisya Thallock.

Sementara pemilik akun Facebook Suryani Djafar, yang mengatakan sekarang susah aturan yang diberlakukan.

“Inimi sekarang susahnya aturan. Dulu kalau sudah ada surat keterangan tidak mampu (SKTM) selamat maki dari perawatan. Sekarang kasihan,” tulis dalam dialek Makassar.

Berdoa nak semoga  ada jalan keluarnya,” komentar Suryani Djafar.

Dimana Almarhum (Aldo) yang berboncengan dengan Akbar yang juga siswa SMP 3 Binamu warga Tanrusampe Barat Kelurahan Pabiringa dengan mengendarai Yamaha Jupiter MX DD 3072 GE menabrak mobil Honda Jazz Honda DD 1214 IV yang dikemudikan H.Murni (42) warga La’buaya Kelurahan Balang Toa, kemarin, Selasa, 13 Agustus 2019 sekitar pukul 15.00 Wita.

Berita Terkait
Komentar
Terkini