Viral, Penampakan Alat Kelamin Raksasa Tertangkap Google Maps

Viral, Penampakan Alat Kelamin Raksasa Tertangkap Google Maps. (foto: google maps)

Terkini.id – Di era teknologi saat ini, berbagai hal di dunia kini bisa kita lihat dari aplikasi Google Maps. Salah satu hal yang bisa kita lihat lewat Google Maps tersebut yakni hasil karya seni raksasa yang digambarkan manusia di atas daratan bumi.

Salah satu karya itu yakni gambar yang berhasil ditangkap Google Maps yang memperlihatkan alat kelamin pria (penis) berbentuk raksasa. Alih-alih menjadi karya yang indah, gambar penis berikut ini justru terlihat nyeleneh dan membuat geli.

Dilansir dari kumparan, gambar penis sepanjang 50 meter telah ditemukan Google Maps di sebuah danau kering di Australia.

Gambar itu kemudian ditandai dengan nama Betoota Lake dan kini menjadi pembicaraan setelah sebuah akun Facebook bernama Take The Piss Geelong mengungah gambar ini.

Tak hanya mengunggah, akun tersebut juga menawarkan hadiah untuk siapa pun yang bisa memberikan bukti tentang profil orang yang telah membuat gambar ‘legendaris’ ini.

Baca juga:

“Kalau Sang Legenda yang membuat gambar ini mau mengirim pesan pada kami berikut dengan bukti, ini hebat. Kami sediakan bir untuk Anda,” tulis akun Take The Piss Geelong.

(foto: facebook Take The Piss Geelong)

Sebelumnya, pada 1998 lalu, sebuah helikopter juga pernah menemukan gambar di tengah gurun di Australia Selatan. Gambar tersebut berupa gambar seorang penduduk asli Australia yang memegang tongkat pemukul atau disebut juga sebagai woomera.

Laki-laki dalam gambar tersebut diperlihatkan telanjang, dan alat kelaminnya pun terlihat, ia memiliki tinggi 4,6 kilometer dan total guratan garis sepanjang 28 kilometer.

Meski terlihat kuno, dua gambar penis itu diduga merupakan karya modern.

Hingga saat ini belum diketahui siapa yang menciptakan dua gambar nyeleneh itu.

Australia yang memiliki banyak wilayah kering yang luas merupakan tempat yang sempurna untuk membuat geoglif. Selain itu, cuaca Australia pun mendukung untuk membuat geoglif bertahan lebih lama. Oleh karena itulah, banyak geoglif yang masih awet ditemukan di sana.

Komentar

Rekomendasi

Masa Darurat Covid-19, Kemendikbud Dorong Pemda Terapkan PPDB Daring

Pushidrosal Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrem di Perairan Samudera Hindia

Mobil Bantuan BNPB Dialihkan ke Luar Surabaya, Risma: Kalau Mau Boikot Jangan Gitu Caranya

Nihil Kasus Baru Corona, Gubernur Kalbar Izinkan Warga Salat Berjamaah di Masjid

Gegara Video Polisi Siksa Pria Kulit Hitam hingga Tewas, Warga Amerika Rusuh

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar